Breaking News:

Lampung Utara

BMKG Lampung Utara Ingatkan Datangnya La Nina Jelang Akhir Tahun

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Lampung Utara (Lampura), peringatan dini untuk meningkatkan kewaspadaan datangnya La-Nina.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Reny Fitriani
Net
Ilustrasi - Angin Kencang. BMKG Lampung Utara Ingatkan Datangnya La Nina Jelang Akhir Tahun 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Lampung Utara (Lampura), peringatan dini untuk meningkatkan kewaspadaan datangnya La-Nina menjelang akhir tahun. 

Berdasarkan monitoring terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian Tengah dan Timur, menunjukkan bahwa saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La-Nina, yaitu sebesar -0.61 pada Dasarian I Nopember 2021.

“Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang dan seluruh masyarakat Indonesia khususnya Lampura, harus segera bersiap menyambut kehadiran La-Nina menjelang akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022 yang diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah dan sedang, setidaknya hingga Februari 2022,” kata Agung Setiadi, humas Stasiun Geofisika, Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika, Rabu 10 November 2021. 

BMKG Lampura mengingatkan agar pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak terkait dengan pengelolaan sumber daya air dan pengurangan risiko bencana yang berada di wilayah yang berpotensi terdampak La-Nina, agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang yang dapat menyebabkan puting beliung ataupun terjadinya badai tropis.

Agung menambahkan Kabupaten Lampura beberapa wilayahnya mengalami potensi banjir, intensitas curah hujan, angin kencang, gempa, dan badai petir.

Namun masih di kelas menengah atau normal, yaitu masih di batas 110 hingga 300 MM untuk curah huja, 3 sampai 15 knot untuk potensi angin kencang yang berhembus dari Timur laut ke Tenggara, dengan kecepatan 5 sampai 28 KM/jam, begitupun dengan potensi gempa dan badai petir, semuanya masih dalam batas Normal.

La Nina merupakan fenomena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

Pendinginan SML ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

La Nina juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara segera menggelar apel siaga bencana.

Baca juga: Pemkab Lampung Utara Hibah Tanah dan Gedung untuk KPU

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved