Bandar Lampung
Sepekan Nihil Kasus Kematian Covid, Bandar Lampung Masih PPKM Level 2
Angka kematian akibat Covid-19 di Provinsi Lampung semakin kecil.Bahkan dalam seminggu terakhir, tidak ada kasus kematian.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Angka kematian akibat Covid-19 di Provinsi Lampung semakin kecil.
Bahkan dalam seminggu terakhir, tidak ada kasus kematian.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lampung, sejak 3 November hingga 8 November, tidak ada warga yang meninggal akibat Covid.
Sementara pada 9 November terdapat satu warga yang meninggal akibat Covid.
Kemudian pada 1 November ada satu kasus dan 2 November 2 kasus meninggal akibat Covid.
Kondisi serupa juga terlihat pada penambahan kasus harian Covid di Lampung.
Sejak 3 November hingga 9 November, penambahan kasus harian Covid tidak lebih dari 10 jari.
Sebagian besar, penambahan kasus harian terkonfirmasi itu cuma 1-5 kasus.
Penambahan kasus harian tertinggi sepanjang November hanya terjadi pada 2 November yakni 12 kasus.
Zona Kuning
Baca juga: Banjir Sebetis Orang Dewasa Genangi Permukiman di Kedaton dan Sukarame Bandar Lampung
Seiring rendahnya kasus kematian dan penambahan kasus konfirmasi, zona Covid di Lampung juga masih berada di risiko rendah.
Terbukti, sebanyak 15 kabupaten/kota di Lampung masih berstatus zona kuning sampai 9 November 2021.
Level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah di Lampung juga masih belum berubah.
Seperti Kota Bandar Lampung masih berada di level 2.
PPKM ini telah resmi diperpanjang sejak 9 November hingga 22 November mendatang.
"Kota Bandar Lampung masih di Level 2, belum ada perubahan dengan sebelumnya," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Bandar Lampung Ahmad Nuruzki Erwandi, Selasa (9/11).
Kebijakan terkait PPKM Level 2 ini belum ada yang baru.
Seperti, jam operasional kafe dan restoran yang menyediakan sarana makan di tempat harus ditutup maksimal pukul 9 malam.
Protokol kesehatan tetap dilakukan secara ketat.
Nurizki mengatakan, aktivitas Satgas Covid-19 Bandar Lampung dalam penertiban protokol kesehatan juga masih berjalan setiap hari.
Terakhir, pada Selasa 9 November dini hari, pihaknya melakukan penertiban terhadap sejumlah kafe dan warung makan yang tetap beroperasi hingga pukul 3 dini hari.
"Tadi, kita tertibkan 5 kafe yang masih beroperasi hingga pukul 3 subuh. Saat kita datangi, ada beberapa tempat yang masih melayani pengunjung dan berjoget-joget dengan iringan live music," jelas Nurizki.
Akibat dari temuan itu, tempat usaha yang dimaksud langsung diberi sanksi penutupan sementara.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan aktivitas warga Bandar Lampung diharapkan tetap mengutamakan protokol kesehatan dan anjuran pemerintah.
"Nanti kita akan terus keliling. Masyarakat diharap pengertiannya, ini juga demi keselamatan bersama," ucap wali kota.
Capaian Vaksinasi
Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr Reihana menjelaskan capaian vaksinasi di Lampung.
Saat ini vaksinasi dosis pertama telah mencapai 55,93% atau 3.716.635 orang sudah divaksin dan dosis dua tercapai 25,13% atau 1.670.231 orang sudah divaksin.
Reihana mengatakan, Lampung telah menerima 6.133.830 dosis vaksin.
Jumlah itu baru 41,96 persen dari kebutuhan vaksin sebanyak 14.619.497 dosis.
Jadi masih kurang sebanyak 8.485.667 dosis. Vaksin tersebut guna memenuhi sasaran vaksinasi sebanyak 6.645.226 orang.
Reihana juga meminta agar Pemkot Bandar Lampung melakukan percepatan penyuntikan dosis kedua untuk vaksin jenis Pfizer sebanyak 64 ribu dosis yang memiliki masa kedaluwarsa hingga akhir November 2021.
"64 ribu vaksin Pfizer harus dihabiskan. Jangan sampai vaksin kedaluwasa," kata dia.
Reihana mengatakan, Provinsi Lampung memang pernah menerima dua kali limpahan vaksin Covid-19 dari provinsi lain yang expired.
Diantaranya Provinsi DKI Jakarta sebanyak 100 ribu dosis yakni vaksin Astra Zeneca, limpahan dari Provinsi Menado sebanyak 250 ribu.
Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Desti Mega Putri mengungkapkan, pemkot akan segera menghabiskan vaksin Pfizer tersebut. Menurut dia, vaksin Pfizer itu untuk penyuntikan dosis kedua.
"Tepatnya dosis kedua peserta gebyar vaksinasi yang dilakukan akhir September kemarin. Dimana jumlah masyarakat yang menerima adalah sama dengan dosis vaksin yang datang saat ini," imbuhnya.
Untuk penyerapannya, ia menyebut telah habis 20 ribuan dari total vaksin Pfizer yang diterima.
"Jumlah ini tidak bulat aktual, karena proses vaksinasi terus berlangsung," ucapnya.
Kondisi vaksin yang hampir kadaluarsa itu pun dijamin olehnya aman untuk diterima manusia.
"Jadi masyarakat tidak perlu takut. Dan diharap segera melakukan vaksinasi dosis kedua dari pelaksanaan Gebyar Vaksinasi. Pelaksananya bisa dilakukan di puskesmas terdekat," kata dia.
Varian Baru
Sementara Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia Dicky Budiman meminta masyarakat mewaspadai
virus corona varian Delta AY4.2.
Menurutnya, ibarat bom waktu, virus corona varian Delta AY4.2, pada akhirnya akan masuk ke Indonesia.
Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara terbuka sangat mungkin terpapar varian AY4.2 yang sudah terdeteksi di Malaysia.
"Nggak usah heran, kecuali kita menutup diri banget (dengan negara lain, red)," tutur Dicky saat dihubungi Tribun Network, Selasa.
Belajar dari pengalaman, awal virus Covid-19 terdeteksi masuk Indonesia juga karena kunjungan dari warga negara asing (WNA) yang tidak melapor. Ia menilai akses masuk diperketat belum jaminan varian AY4.2 bisa dihadang.
"Sebetulnya sulit kalau sudah begini. Kita belajar dari pengalaman kalau sudah terdeteksi sulit. Ini persoalan waktu saja untuk sampai ke Indonesia," lanjutnya.
Ia menekankan pentingnya menggunakan tes swab PCR di jalur resmi seperti bandara.
Demikian juga untuk jalur darat dan laut.
"Jangan semua dibuka dulu menurut saya. Kemudian juga yang paling penting juga petugas kita terlindungi, sudah divaksinasi, dan dibekali prosedur," tuturnya.
Dicky mengingatkan agar pemerintah terus mendorong literasi masyarakat terkait bahaya munculnya varian-varian baru.
Setiap masyarakat yang melakukan kunjungan ke negeri jiran sebaiknya melapor kepada otoritas kesehatan.
Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, sampai saat varian AY.4.2 belum terdeteksi di tanah air. Namun, Menkes meminta agar Indonesia mewaspadai varian ini.
"Varian AY.4.2 sudah sampai di Malaysia tapi belum atau tidak terdeteksi di Indonesia sampai sekarang," ujar Menkes.
Sebagai antisipasi, pemerintah terus memaksimalkan tes deteksi virus corona atau Whole Genome Sequencing (WGS).
Setiap bulan sebanyak 1.500 - 1.800 sampel dites sebagai upaya deteksi varian baru.
"Kita melakukan Whole Genome Sequence antara 1.500-1.800 per bulan dan sampai sekarang kita belum lihat," imbuh mantan dirut Bank Mandiri ini.
Selain itu, pemerintah juga kian memperketat pintu masuk di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.
"Apalagi dari Malaysia banyak orang Indonesia pulang pergi dari Malaysia baik lewat darat, laut, dan udara. Sehingga ini nanti akan kita tingkatkan penjagaannya agar kita bisa menahan masuknya potensi varian baru ini ke Indonesia," jelasnya.
(Tribunlampung.co.id/byu/som/tribun network)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/sepekan-nihil-kasus-kematian-covid-bandar-lampung-masih-ppkm-level-2.jpg)