Dudung Jadi KSAD, Thomas Riska: Beliau Sosok Jujur dan Pemberani, Pernah Tugas di Lampung

Dudung ternyata pernah cukup lama bertugas di Lampung. Ia pernah menjadi komandan batalyon di Lampung saat masih berpangkat mayor.

Editor: Andi Asmadi
DOK TRIBUN
Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman bersama sahabatnya, Thomas Azis Riska, belum lama ini. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Pangkostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman bakal dilantik menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) di Jakarta pada Rabu, 17 November 2021.

Dudung ternyata pernah cukup lama bertugas di Lampung. Ia pernah menjadi komandan batalyon di Lampung saat masih berpangkat mayor.

Dudung akan menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang akan naik jabatan menjadi Panglima TNI.

Dengan jabatan KSAD, bintang di pundak Dudung yang semula tiga, bertambah satu lagi menjadi jenderal penuh.

Dudung, di mata sahabatnya yang merupakan tokoh dan pengusaha Lampung, Thomas Azis Rizka, adalah sosok yang tegas dan pemberani.

"Saat masih berpangkat mayor, beliau pernah bertugas di Lampung. Saya kenal baik siapa beliau karena kami bersahabat," ujar Thomas yang saat dihubungi sedang berada di Jakarta.

Thomas berharap Dudung amanah dalam mengemban tugas negara dengan selalu memegang teguh prinsip jujur dan berani.

Menurut Thomas, Dudung adalah jenderal yang berjuang dari bawah, yang tidak tumbuh dengan fasilitas cukup.

Dudung, jelas dia, sebelum jadi tentara bahkan pernah jadi loper koran dan jualan kue klepon untuk mendapatkan uang, agar bisa terus bersekolah.

"Perjuangan dari bawah itulah yang kemudian membentuk karakternya sebagai sosok jujur dan pemberani," katanya.

Profil Dudung

Dudung akan dilantik menjadi KSAD pada 17 November 2021. Pelantikan ini menjadi kado ulang tahun. Sebab, ia berulang tahun selang dua hari kemudian, yakni 19 November.

Dudung lahir di Bandung, 19 November 1965. Ia ulus dari Akademi Militer pada tahun 1988. Sebelum menjabat sebagai Pangkostrad pada Juni 2021 lalu, ia menjabat sebagai Pangdam Jaya.

Jabatan ini yang membuat dirinya populer dan menjadi sorotan media.

Hal itu terjadi saat ia secara terbuka memerintahkan pencopotan baliho Habib Rizieq Shihab pada September tahun lalu.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," kata Dudung menjawab pertanyaan wartawan seusai apel pasukan di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020), dikutip dari Kompas.com. 

Sebelum menjabat sebagai Pangdam Jaya, Dudung menempati posisi Gubernur Akademi Militer (Akmil). 

Posisi ini ia jabat selama dua tahun yakni pada 2018-2020. Setelah menjabat Pangdam Jaya, ia kemudian menjabat Panglima Kostrad.

Riwayat Jabatan

Berikut riwayat jabatan Letjen Dudung Abdurachman

- Dandim 0406/Musi Rawas

- Dandim 0418/Palembang

- Aspers Kasdam VII/Wirabuana, dari tahun 2010 hingga 2011

- Danrindam II/Sriwijaya pada tahun 2011

- Dandenma Mabes TNI

- Wagub Akmil pada tahun 2015 hingga tahun 2016

- Staf Khusus Kasad pada tahun 2016 hingga tahun 2017

- Waaster Kasad pada tahun 2017 hingga 2018

- Gubernur Akmil pada tahun 2018 hingga 2020

- Pangdam Jaya, dilantik pada tahun 2020

- Pangkostrad TNI AD dilantik pada Juni 2021

Dudung Abdurachman (kiri) bersama Pemred Tribun Lampung Andi Asmadi.
Dudung Abdurachman (kiri) bersama Pemred Tribun Lampung Andi Asmadi. (DOK TRIBUN)

Loper Koran

Tak semulus yang orang bayangkan, perjalanan Dudung hingga akhirnya menjadi seorang perwira dimulai dari nol.

Dikutip dari YouTube KompasTV yang tayang 27 Juni 2020, Dudung mengisahkan soal perjuangan orang tuanya yang membesarkan kedelapan saudara-saudaranya, termasuk dirinya.

Ayahnya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bekang Kodam III, namun meninggal dunia saat Dudung menginjak SMP.

"Setelah bapak nggak ada ya ibu berjualan kue, kerupuk, terasi," katanya.

Dirinya pun juga berkewajiban untuk membantu sang ibu, hingga mencari kebutuhan yang dibutuhkan rumah.

"Saya harus cari kayu bakar dekat rumah, dan keliling di asrama jualan," tuturnya.

Tanpa rasa malu pihaknya juga menceritakan pernah menjadi loper koran saat dirinya duduk di bangku SMA.

"Jadi pagi saya ambil koran, saya baca-baca dulu koran itu terutama Kompas, saya paling seneng tajuk rencana Kompas," katanya.

Dudung bercerita sehabis rutinitasnya mengantar koran selesai, ia kemudian mengedarkan berbagai dagangan buatan ibundanya.

Lantas kejadian unik pun terjadi di mana dagangan ibunya yang Ia jajakan pernah ditendang oleh seorang anggota TNI.

Hingga akhirnya oknum tamtama itu mendapat teguran karena telah berlaku buruk terhadap dirinya.

Namun kejadian tersebut justru menjadi motivasi serta semangat bagi dirinya, hingga dirinya mengaku mulai bangkit dan semangat.

"Awas nanti saya bilang, saya jadi perwira nanti saya."

Rupanya motivasi tersebut terealisasi bahkan hingga saat ini dirinya suskes menjadi seorang Perwira TNI AD. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved