Kesehatan

Halo Dokter Apa Penyabab Diare

Tahukah kamu diare adalah salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak hingga dewasa, diare bisa menyerang kapan pun di mana pun dan siapapun.

Editor: Hanif Mustafa
Pixabay/Darko Djurin
Ilustrasi sakit perut. Halo Dokter, apa penyebab diare yang bisa menyerang anak-anak maupun dewasa. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Tahukah kamu diare adalah salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak hingga dewasa.

Hati-hati, diare bisa menyerang kapan pun di mana pun dan siapapun

dr Roro Rukmi Windi Perdani, Sp.A dari Rumah Sakit Hermina Lampung mengatakan, diare pada anak maupun dewasa sama saja.

Diare merupakan gangguan saluran cerna yang dampaknya pada penyerapan zat-zat makanan.

Ada dua penyebab diare.

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Akalasia dan Apa Penyebabnya

Pertama adalah infeksi karena masuknya organisme bersifat patogen, yang berasal dari sesuatu yang masuk ke mulut seperti makanan dan minuman yang tidak bersih.

"Itu sebabnya anak-anak yang jajan makanan dan minuman yang tidak bersih. Apalagi kalau jajannya sering, bisa mengalami diare," kata dr Roro, Senin 15 November 2021.

Penyebab diare yang kedua adalah non infeksi, yakni intoleransi terhadap laktosa yang terkandung dalam susu.

Bisa juga karena alergi protein susu sapi atau turunannya seperti keju.

Baik diare yang disebabkan infeksi maupun non infeksi gejalanya sama yakni buang air besar terus menerus dan setiap kali buang air besar fesesnya cair, nyeri perut, demam serta muntah.  

Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Esofagitis dan Seperti Apa Gejalanya

Khusus untuk diare yang disebabkan oleh non infeksi, demam jarang terjadi, dan untuk yang intoleransi ada gejala khasnya yakni perut kembung dan sering buang angin.

Pengobatan diare bisa dilakukan dirumah jika diare masih ringan, yakni dengan memberikan cairan untuk mengganti cairan yang hilang karena diare agar tidak terjadi dehidrasi.

Penggantian cairan yang hilang bisa dengan banyak minum air putih, minum oralit, serta makan sayur yang berkuah seperti sayur bayam, sayur sop, dan sebagainya.

Selain itu bisa diberikan zink yang dosisnya diberikan sesuai umur.

Zink bisa berbentuk cairan atau tablet.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved