Kesehatan
Halo Dokter Apa Penyabab Diare
Tahukah kamu diare adalah salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak hingga dewasa, diare bisa menyerang kapan pun di mana pun dan siapapun.
Gejala
Dilansir dari laman John Hopkins Medicine, gejala diare pada anak dapat ditandai dengan beberapa hal, antara lain:
1. Kram.
2. Sakit perut.
3. Perut kembung.
4. Demam.
5. Tinja berdarah.
6. Dehidrasi.
7. Mual dan muntah
Sementara menurut dr Shelvy anak yang terkena diare akan sangat rentan mengalami dehidrasi.
Setidaknya ada tiga derajat dehidrasi yang bisa menjadi gejala diare pada anak. Berikut ciri-cirinya:
1. Tanpa dehidrasi
a. Dalam tahap ini, buang air kecil anak masih tergolong biasa.
b. ASI juga masih bisa diteruskan dan tidak perlu melakukan pembatasan atau mengganti makanan, termasuk susu formula.
c. Gejala diare ini dapat diatasi dengan memberikan cairan oralit 5-10 ml setiap buang air besar.
2. Gejala dehidrasi ringan-sedang
a. Anak terlihat haus dan frekuensi buang air kecil mulai berkurang.
b. Mata terlihat agak cekung, kekenyalan kulit menurun, dan bibir kering.
c. Dapat diatasi dengan pemberian cairan dehidrasi di bawah pengawasan ahli medis.
d. ASI dapat diteruskan dan pembatasan makanan tidak perlu dilakukan.
3. Gejala dehidrasi berat
Gejala ini mirip dengan dehidrasi ringan-sedang.
Namun terdapat gejala tambahan seperti napas yang cepat dan dalam, sangat lemas, kesadaran menurun, dan denyut nadi cepat.
Di tahapan ini, anak harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan rehidrasi.
Pengobatan
Dikutip dari Kompas.com, dr Shelvy menyarankan beberapa cara pengobatan diare pada anak, di antaranya:
1. Meneruskan pemberian ASI bila anak masih menyusu.
2. Memberikan cairan rehidrasi oral (CRO) saat anak sudah bisa minum selain ASI.
3. Mengonsumsi obat zinc 10 hari berturut-turut untuk mencegah diare kambuh.
4. Mengonsumsi antibiotic selektif untuk mengurangi keparahan diare.
5. Memberikan makanan berkuah atau jus segar untuk mengembalikan cairan yang hilang akibat dehidrasi.
6. Memberikan makanan dalam porsi kecil dan sering.
Selain itu, dr Shelvy juga menyarankan anak untuk memberikan makanan yang mengandung tinggi energi.
"Lanjutkan pemberian makanan yang mengandung tinggi energi setelah sembuh dari diare," jelas dr Shelvy.
Pencegahan
Terdapat beberapa cara mencegah diare pada anak, di antaranya:
a. Menjaga kebersihan lingkungan, terutama sumber air minum.
b. Pastikan air dan makanan yang dikonsumsi bersih dan matan.
c. Rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah buang air kecil maupun besar, juga setelah memegang benda kotor.
d. Memberikan ASI pada anak berusia kurang dari 2 tahun untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
Baca juga: Halo Dokter, Apa Itu Diare dan Penyebabnya
e. Memberikan vaksin rotavirus untuk mencegah diare pada anak. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika / Jelita Dini Kinanti )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/halo-dokter-apa-itu-diare.jpg)