Pringsewu
Kisah Warga Pringsewu Lampung Bisa Bangun Rumah dari Ternak Kelinci
Kisah Wahyu beternak kelinci dirintis sejak masih lajang pada 2007 silam. Ketika itu Wahyu menjual kelinci dengan harga Rp 8.000 per ekor.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Belasan tahun memelihara kelinci, Wahyu Setio (43), warga Dusun Tambah Mulyo, Pekon Wates Timur, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, bisa membangun rumah.
Ia juga bisa membeli motor dan menghidupi keluarganya dari ternak kelinci.
Kisah Wahyu beternak kelinci dirintis sejak masih lajang pada 2007 silam.
Ketika itu Wahyu menjual kelinci dengan harga Rp 8.000 per ekor.
Baca juga: 25 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Way Kanan Ikuti Pelatihan Budidaya Ikan Lele
Sedangkan saat ini harga kelincinya sudah mencapai Rp 23 ribu per ekor.
Meskipun mengalami naik turun, Wahyu tetap fokus menekuni budi daya kelinci.
Ada 90 ekor indukan kelinci yang dipelihara oleh Wahyu.
Sedangkan pejantannya ada 12 ekor.
Dalam satu bulan, Wahyu menghasilkan anak kelinci berkisar 70-80 ekor.
Baca juga: Loka Rehabilitasi Kalianda Jauh dari Kesan Seram, Pecandu Diajarkan Budidaya Sayuran Organik
Ia pun tidak perlu repot menjajakan kelinci ternaknya.
Pembeli bisa mendatangi rumahnya untuk membeli kelinci.
Wahyu mengaku memasok kelinci ke wilayah Sumatera Selatan.
"Alhamdulillah masih jalan terus," ujar bapak dua anak ini, Senin (22/11/2021).
Kelinci yang dijual Wahyu berusia sekitar 25 hari.
Wahyu memberi makan kelincinya setiap sore berupa ampas tahu dan rumput.
Dalam kurun satu bulan, Wahyu bisa mendapatkan hasil sekitar Rp 2 juta.
( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/peternak-kelinci-di-gadingrejo-pringsewu.jpg)