Breaking News:

Tanggamus

Wabup Syafi'i Minta OPD di Tanggamus Lampung Siap Cegah Penularan Covid-19 saat Nataru

Wakil Bupati Tanggamus AM Syafi'i meminta organisasi perangkat daerah (OPD) waspadai penularan Covid-19 saat momentum Natal dan pergantian tahun. 

Penulis: Tri Yulianto | Editor: soni
tribun lampung / Tri Yulianto
Wabup Syafi'i Minta OPD di Tanggamus Lampung Siap  Cegah Penularan Covid-19 saat Nataru 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Wakil Bupati Tanggamus AM Syafi'i meminta organisasi perangkat daerah (OPD) waspadai penularan Covid-19 saat momentum Natal dan pergantian tahun. 

Hal itu diungkapkan Syafi'i setelah mengikuti video telekonferensi bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, tentang pembahasan APBD dan pencegahan Covid-19 saat Natal dan pergantian tahun. 

"Kita juga mengantisipasi terhadap wabah pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi terjadi kontraksi dan kita juga melakukan upaya-upaya dalam pencegahan," ujar Syafi'i, Senin (22/11/2021). 

Ia menambahkan, untuk itu maka OPD terkait agar segera melakukan langkah-langkah. Sebab saat itu bisa saja penularan Covid-19 terjadi yang bersamaan mobilitas yang tinggi. 

Selanjutnya langkah lain untuk mengantisipasi penularan, perlu peningkatan vaksinasi. Sebab hanya cara itu bisa meredam percepatan penularan dan menekan dampak buruk penularan Covid-19

"Kami juga minta lakukan percepatan vaksinasi sebab itu salah satu mencegah penularan Covid-19 di Tanggamus," ujar Syafi'i. 

Baca juga: Jelang Libur Nataru, Harga Cabai dan Minyak Goreng di Bandar Lampung Merangkak Naik

Sedangkan penjelasan Tito, selaku Kemendagri menjelaskan tentang pertumbuhan ekonomi dan hal yang perlu diantisipasi dalam menghadapi tahun 2021. 

Tito mewanti-wanti terjadinya penularan Covid-19 yang belum bisa diprediksi. Terlebih selama ini dampak pandemi sudah menimbulkan keterlambatan ekonomi dunia. 

Untuk itu Kemendagri mengingatkan agar tetap waspada dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru supaya wabah Covid-19 tidak terjadi kenaikan kasus. Sebab jika tidak disiplin kasus akan naik apalagi vaksinasi masih rendah.

Tito minta ke seluruh pemerintah daerah tetap melakukan percepatan vaksinasi dalam upaya membantu agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi. 

Kemudian realisasi belanja sangat penting agar uang bisa beredar di daerah sehingga daya beli masyarakat meningkat. Pemerintah daerah bisa mendorong swasta bergerak. 

Lantas Kemendagri membagi beberapa daerah terkait kondisi ekonomi nasional dan daerah. Pada situasi pandemi mengalami kontraksi, yakni tren tiga bulan terakhir persentase realisasi pendapatan APBD povinsi dan kabupaten se-Indonesia mengalami penurunan. 

Tito menyampaikan, APBD provinsi se-Indonesia tahun 2021 pendapatan tertinggi adalah Sumatra Barat. Kemudian untuk persentase kabupaten pendapatan PAD tertinggi adalah Kabupaten Siantar. 

Sementara untuk perkembangan refocusing delapan persen dana bagi hasil atau dana alokasi umum pemerintah daerah rata-rata telah mengaggarkan 8,35 persen dari dana transfer umum. ( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved