Breaking News:

Tanggamus

Kendala ANBK di Tanggamus Lampung, Sekolah Tidak Punya Komputer dan Internet,

Dinas Pendidikan Tanggamus bakal konsultasi ke Kementerian Pendidikan Nasional tentang sekolah yang tidak bisa gelar Assessmen Nasional Berbasis Kompu

Penulis: Tri Yulianto | Editor: soni
Tribunlampung.co.id/Bayu
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Dinas Pendidikan Tanggamus bakal konsultasi ke Kementerian Pendidikan Nasional tentang sekolah yang tidak bisa gelar Assessmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) online.

Menurut Ruslan, Sekretaris Disdik Tanggamus, tahun depan pihaknya akan mengelompokkan sekolah yang bisa gelar ANBK dan yang tidak. Sebab ke depan pola ANBK terus dilaksanakan oleh pusat. 

"Permasalahannya di sini ada sekolah yang bisa gelar ANBK dan yang tidak. Sekolah yang tidak ini akan kami mapping dulu mulai 2022," ujar Ruslan, Rabu (24/11/2021).

Ia mengaku, berdasarkan pengalaman tahun ini ternyata ada sekolah yang lancar gelar ANBK. Sekolah tersebut miliki sarana komputer serta didukung prasarana, berupa jaringan internet di lokasi tersebut.  

Kondisi sekolah tersebut tidak ada masalah, tidak dikhawatirkan selama ANBK digelar sampai masa akan datang. Sedangkan sekolah yang tidak bisa gelar ANBK, itu yang coba dicarikan solusinya.

Kategori sekolah ini dibagi dua kelompok, yakni sekolah tidak miliki komputer. Serta sekolah yang berlokasi tidak berada di cakupan akses internet. 

Baca juga: Disdik Tanggamus: KBM Tatap Muka jika Semua Guru Sudah Divaksin

"Setelah kami ketahui jumlahnya dan masalahnya kami akan konsultasi ke Kementerian Pendidikan Nasional, minta solusinya bagaimana," terang Ruslan.

Ia mengakui, mulanya diperkirakan melaksanakan ANBK mudah. Namun berkaca dari tahun 2021 ternyata melaksanakannya tidak mudah. Misalkan saja seperti sekolah yang harus menumpang ke sekolah lain. 

"Dulu ketika secara nasional ANBK akan dilaksanakan, kami sudah minta kerjasama dengan SMP dan SMA agar bersedia ditumpangi ANBK. Itu sudah terlaksana, tapi ternyata seperti itu saja tidak mudah," ujar Ruslan.

Ia mengaku, karena pola yang sekarang adalah ANBK, maka sekolah mau tidak mau harus miliki sarana komputer minimal 10 unit. Itu untuk siswa dan operator. Dengan jumlah minimal itu bisa digelar beberapa sesi per hari. 

"Sekolah tidak miliki komputer sejumlah minimal itu banyak di sini, bahkan sebagian besar sekolah tingkat SD," ujar Ruslan. 

Selanjutnya untuk prasarana jaringan internet, Disdik Tanggamus akan minta bantuan ke intansi terkait lainnya seperti Dinas Komunikasi dan Informasi. 

Sedangkan tenaga operator bisa dilatih agar kemampuannya meningkat. Ini tidak ada masalah dari semua kelompok sekolah.

"ANBK akan terus dilaksanakan ke depan, maka segala kendala di sini yang harus kami atasi," terang Ruslan. ( Tribunlampung.co.id / tri yulianto) 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved