Pringsewu
Wabup Fauzi Minta Warga Pringsewu Tidak Sepelekan Demam
Namun, dia meminta supaya masyarakat tidak menyepelekan demam, terutama yang tidak berakhir hingga lebih tiga hari.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Wakil Bupati Pringsewu Fauzi meminta masyarakat untuk betul-betul mewaspadai demam berdarah dengue (DBD).
Dia berpesan supaya masyarakat tidak menyepelekan demam.
Apalagi saat ini masyarakat sudah pintar, sehingga ketika ada anggota keluarga demam langsung membeli obat penurun panas.
Namun, dia meminta supaya masyarakat tidak menyepelekan demam, terutama yang tidak berakhir hingga lebih tiga hari.
Baca juga: Kasus DBD di Lampung Utara hanya 7 Kasus hingga Oktober 2021, Warga Diminta Giatkan PSN
"Untuk antisipasi, lebih baik dilakukan cek laboratorium. Tujuannya untuk memastikan demam yang diakibatkan itu DBD atau bukan," katanya.
Sehingga, lanjut dia, warga jangan memutuskan sendiri pengobatan bagi anggota keluarganya. Melainkan harus dengan konsultasi dokter.
Dengan begitu, kata Fauzi, kejadian fatal yang menimbulkan penyesalan di kemudian hari tidak terjadi.
Dia mengingatkan bahwa DBD bisa merenggut jiwa.
Baca juga: Musim Penghujan, Masyarakat Tubaba Lampung Diminta Waspada DBD
Didominasi Klaster Pekerja
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pringsewu didominasi klaster pekerja.
Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mengungkapkan, ada indikasi sumber warga yang terjangkit DBD ini justru di tempat kerja.
Sebab, aktivitas nyamuk aedes aegypti ini lebih banyak pada siang hari.
Sementara pada saat itu, warga banyak beraktivitas di tempat kerja.
"Klaster tempat kerja itu sangat tinggi, dan ingat nyamuk aedes aegypti ini siang hari, bukan malam hari," ujar Fauzi, Selasa (30/11/2021).
Ditambahkan Fauzi, beberapa pasien DBD di Pringsewu itu kebanyakan terkena dari tempat kerja.