Breaking News:

Universitas Lampung

Universitas Lampung Kukuhkan Guru Besar Ilmu Bimbingan dan Konseling Karier

 Universitas Lampung (Unila) mengukuhkan Prof. Dr. Syarifuddin Dahlan, M.Pd., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling Karier.

ist
 Universitas Lampung (Unila) mengukuhkan Prof. Dr. Syarifuddin Dahlan, M.Pd., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling Karier. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Universitas Lampung (Unila) mengukuhkan Prof. Dr. Syarifuddin Dahlan, M.Pd., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling Karier.

Pengukuhan Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini dilakukan melalui sidang terbuka di Gedung Serbaguna Unila, Kamis, 2 Desember 2021.

Dalam pengukuhannya, Prof. Dr. Syarifuddin Dahlan, M.Pd., menyampaikan orasi berjudul “Inventori Eksplorasi Karier Arahan Diri (IEKAD) sebagai Peranti Bimbingan dan Konseling Karier”.

Acara Sidang Terbuka Pengukuhan Guru Besar Universitas Lampung hari ini dihadiri Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., seluruh wakil rektor, ketua lembaga, kepala biro, kepala UPT, dan sivitas akademika melalui daring dan luring.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Syarifuddin Dahlan, M.Pd., memperkenalkan IEKAD sebagai peranti alternatif bagi upaya peningkatan kualitas layanan intervensi karier yang dilakukan guru bimbingan dan konseling pada sekolah-sekolah di tanah air.

Bimbingan konseling karier telah ada bersamaan lahirnya berbagai teknologi baru sebagai akibat perubahan dan perkembangan dunia yang sangat pesat. Layanan ini mengkhususkan bantuannya pada bidang karier yang bertujuan membantu seseorang dalam memahami potensi diri dan dunia kerja atau jenis pendidikan di lingkungannya.

Kehadiran layanan dinilai semakin penting karena berkenaan dengan rencana jurusan studi maupun rencana bidang pekerjaan yang akan ditekuni peserta didik. Di dunia pendidikan khususnya dalam sistem persekolahan pelayanan bimbingan konseling dikenal sebagai kekuatan ketiga.

“Kehadirannya menyertai kehadiran dua kekuatan lain yaitu pembelajaran bidang studi dan kepemimpinan,” katanya.

Jika pembelajaran bidang studi bertanggung jawab pada pencapaian kurikulum, kepemimpinan memusatkan perhatiannya pada visi pendidikan, maka bimbingan konseling atau konselor bertugas membantu warga pendidikan memperoleh kesejahteraan dalam proses pendidikan.

Dengan kata lain, konteks tugas konselor adalah memfasilitasi pertumbuhan kemandirian peserta didik untuk mengambil sendiri berbagai keputusan penting dalam perjalanan hidupnya dalam hal ini pilihan karier dan program studi yang akan diambil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved