Tulangbawang
Megaproyek Taman Seribu Bunga Tuba Lampung Putus Kontrak, Pemkab Bayar Progres Pekerjaan 36 Persen
Pemkab Tulangbawang melalui Dinas PUPR akan bayar 36,94 persen volume progres pekerjaan kepada pihak rekanan yang kerjakan proyek taman seribu bunga.
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Hanif Mustafa
Akibat dari pemutusan kontrak tersebut, pihak rekanan akan di blacklist oleh pemerintah daerah selama satu tahun.
Tidak hanya itu, uang jaminan pelaksanaan sebesar Rp640 juta akan masuk ke dalam kas negara.
Abdul Latif mengatakan, pemutusan kontrak telah sesuai dengan mekanisme yang ada.
Yakni memberikan teguran sebanyak tiga kali sampai pemutusan kontrak.
"Uang jaminan pelaksanaan sebesar lima persen dari nilai kontrak rekanan sebanyak Rp640 juta akan masuk ke dalam kas negara," tandas Abdul Latif yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ini.
Diketahui, megaproyek taman seribu bunga nantinya akan ada replika kapal Nabi Nuh. Kapal ini nantinya akan berada diatas air.
Replika kapal sendiri akan memiliki dua lantai. Di lantai pertama akan ada ruang rapat untuk pertemuan. Sementara di lantai dua akan ada masjid.
Diberi nama taman seribu bunga karena pemerintah daerah akan menanam berbagai jenis bunga dan tanaman di lokasi ini.
Tidak hanya itu, di belakang kapal akan ada lokasi untuk pelaku UKM berjualan atau sejenis pujasera.
Selain itu juga akan ada spot untuk berfoto ria dan tempat jajanan.
Taman ini kedepannya diharapkan bisa menjadi tempat untuk piknik keluarga, rest area, serta wisata masyarakat setempat.
Ditender Ulang
Pemkab Tulangbawang akan tetap melanjutkan megaproyek pembangunan taman seribu bunga di Simpang Penawar Kecamatan Banjar Margo pasca memutuskan kontrak kerjasama dengan PT Talang Batu Berseri selaku rekanan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tuba Puncak Stiawan, melalui Kabid Cipta Karya Abdul Latif, mengutarakan, megaproyek taman seribu bunga lengkap dengan replika kapal Nabi Nuh itu akan dilanjutkan pada 2022 mendatang.
"Sekitar Januari sudah proses tender, karena sudah dianggarkan di APBD 2022," terang Abdul Latif, Rabu (08/12/2021).
Dalam pelaksanaan nanti, megaproyek taman seribu bunga itu akan dilanjutkan sesuai progres awal.
"Hanya ada perubahan sedikit, tapi secara utuh kita lanjutkan sesuai progres awal," tandas Abdul Latif. ( Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnain )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Dinas-PUPR-Tuba-meninjau-progres-taman-seribu-bunga.jpg)