Bandar Lampung

Aksi Unjuk Rasa Buruh TKBM Tidak Pengaruhi Aktivitas di Pelabuhan Panjang Bandar Lampung

Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah buruh tenaga kerja bongkar muat (TKBM), tidak mempengaruhi aktivitas di Pelabuhan Panjang.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter
Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah buruh tenaga kerja bongkar muat (TKBM), Senin (13/12) kemarin tidak mempengaruhi aktivitas di Pelabuhan Panjang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah buruh tenaga kerja bongkar muat (TKBM), tidak mempengaruhi aktivitas di Pelabuhan Panjang.

Hal itu dipastikan oleh Supervisor Humas dan Pelayanan Pelanggan IPC Panjang, Frans Radian, Selasa (14/12/2021).

Menurut Frans ada beberapa hal yang disampaikan pihak Pelabuhan terkait aksi demo buruh TKBM yang terjadi di Pelabuhan Panjang, Senin (13/12) kemarin.

"Bersama ini kami sampaikan, bahwa kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Panjang tetap berjalan normal," kata Frans.

Frans menambahkan, hingga saat ini kegiatan di semua dermaga Pelabuhan Panjang tetap berjalan seperti biasa.

"Demikian disampaikan, atas kerjasama nya diucapkan terimakasih," kata Frans.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Pelabuhan Panjang kembali menggelar unjuk rasa di depan kantor Koperasi TKBM Panjang, Bandar Lampung, Senin(13/12/2021).

Unjuk rasa lanjutan dari aksi sebelumnya pada 6 Desember dilakukan lantaran tuntutan buruh yang tergabung dalam koperasi tersebut tidak terpenuhi.

Oleh karena itu, aksi unjuk rasa yang diperkirakan diikuti oleh ratusan buruh TKBM ini menuntut hal yang sama.

Ketua Federasi Serikat Buruh Kimia, Industri umum, Farmasi dan Kesehatan, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSB KIKES KSBSI), Anif Januardi mengatakan belum ada kata sepakat dari aksi unras pekan lalu.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Gadis di Sabah Balau Ternyata Warga Bandar Lampung

Yakni menuntut koperasi TKBM Panjang segera melakukan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan yang sudah menunggak selama beberapa tahun belakangan. 

"Dalam kesempatan ini juga kami mempertanyakan kepengurusan di bawah pimpinan Agus Sujatma selaku Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang yang menurut kami tidak transparan terkait pengelolaan dana," kata Anif.

Karena itu pihaknya meminta agar Agus Sujatma mundur dari jabatannya.

Selain itu, lanjut Anif buruh juga menuntut kenaikan upah buruh bongkar muat Pelabuhan Panjang yang dinilai masih terlalu rendah hingga saat ini. 

Terkait seluruh tuntutan tersebut, TKBM Pelabuhan Panjang juga menuntut Badan Pengawas Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang untuk menggelar rapat anggota luar biasa (RALB).

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved