Muktamar NU
Lokasi Pemilihan Ketua Umum PBNU Pindah, Wapres Ma’ruf Amin Beri Wejangan
Dua nama besar digadang-gadang bakal menjadi calon dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU di Muktamar ke-34 NU, KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dua nama besar digadang-gadang bakal menjadi calon dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) di Muktamar ke-34 NU.
Kedua kandidat yang dimungkinkan menjadi Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-34 NU yakni KH Said Aqil Siroj dan KH Yahya Cholil Staquf.
Namun banyak berkembang kabar muktamirin memihak KH Yahya Cholil Staquf.
Bahkan KH Yahya Cholil Staquf sempat mengklaim mendapat suara dukungan capai 400 lebih.
Walau demikian Pemilihan Ketua Umum PBNU belum dilaksanakan.
Baca juga: Muktamar NU 2021, Dapur Umum Muktamar di Lamteng Libatkan TNI dan Juru Masak Profesional
Lokasi Pemilihan Ketua Umum PBNU pun juga dipindahkan, dari Lampung Tengah ke Bandar Lampung.
Pada Pemilihan Ketua Umum PBNU ini, Wakil Presiden Ma'ruf Amin sempat berpesan agar Ketua PBNU yang nantinya terpilih dapat menyelesaikan masalah (fakih).
Karena dirinya dulu pernah sebagai Rais Aam pada muktamar di Jombang, Jawa Timur.
Hal itu disampaikan Wapres Ma’ruf Amin saat menyampaikan konferensi persnya di Hotel Radisson, Rabu (22/12/2021).
“Ada beberapa kriteria yang harus dilewati oleh calon ketua PBNU,” kata Ma’ruf Amin.
Baca juga: Siapa Ketua Umum PBNU yang Baru? Lokasi Pemilihan Ketum Dipindah
Selain fakih, seorang calon Ketua PBNU itu harus tahu organisasi, harus bisa menjadi seorang motor pergerakan ulama dalam mengislah dan jangan sampai digerakan.
Tetapi, semua keputusan itu diserahkan kepada muktamirin dan mereka yang tahu pemenangnya.
Diakui oleh Ma’ruf Amin, Rois Aam bukan sekedar posisi di organisasi. Tapi harus memiliki posisi central.
Terpenting itu Ketua PBNU terpilih harus bisa menjalankan program yang telah dirancang.
Terbaru, ada dua calon kuat untuk menduduki kursi ketua umum PBNU pada Muktamar ke-34 NU di Lampung.