Breaking News:

Pringsewu

Polres Pringsewu Tahan Kakon Way Kunyir, Gunakan Uang Hasil Korupsi APB untuk Bayar Utang

Polres Pringsewu tahan Kakon Way Kunyir Suparman terkait kasus dugaan korupsi anggaran pendapatan belanja (APB) Pekon Way Kunyir Tahun Anggaran 2019.

Tribunlampung.co.id / Robertus Didik B C
Polres Pringsewu tahan Kakon Way Kunyir Suparman terkait kasus dugaan korupsi anggaran pendapatan belanja (APB) Pekon Way Kunyir Tahun Anggaran 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Kasatreskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata mengungkapkan, Kepala Pekon (Kakon) Way Kunyir Suparman menggunakan uang hasil korupsi APB (anggaran pendapatan belanja) buat bayar utang dan mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Keuntungan pribadi yang didapat tersangka, dipergunakan untuk membayar utang dan kebutuhan sehari-hari," kata Feabo mewakili Kapolres AKBP Rio Cahyowidi, Kamis, 23 Desember 2021.

DikatakanFeabo, atas perbuatan Kakon Way Kunyir tersebut pihaknya kini telah melakukan penahanan hingga 20 hari kedepan.

Penahanan dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Pringsewu.

Sebelumnya diberitakan, Unit Tipikor Satreskrim Polres Pringsewu melakukan penahanan terhadap  Suparman (44) yang merupakan Kakon Way Kunyir, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis, 23 Desember 2021.

Baca juga: Tipikor Polres Pringsewu Lampung Tahan Kakon Way Kunyir, Kasus Dugaan Korupsi APB Pekon

Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata mengungkapkan, penahanan tersebut dilakukan atas dugaan korupsi anggaran pendapatan belanja (APB) Pekon Way Kunyir Tahun Anggaran 2019.

"Kerugian negara dalam perkara tersebut sebesar Rp 280,951,178," ungkap Feabo mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi.

Feabo mengungkapkan, Pekon Way Kunyir menerima kucuran APB sebesar Rp 1.584.568.227. 

Dana tersebut berasal dari beberapa sumber, antara lain Dana Desa sebesar Rp 995.761.000, bagi hasil pajak dan retribusi Rp 18.763.227, alokasi dana pekon Rp 512.620.000, dan pendapatan lain-lain Rp 57.423.000.

Namun dalam penggunaanya tersangka diduga melakukan pengelolaan pendapatan dan belanja pekon tidak sesuai dengan ketentuan untuk mendapat keuntungan pribadi.

Baca juga: BPKAD Mesuji Lampung Tuntut Ganti Rugi Hilangnya 5 Randis Roda Dua Milik Kades

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved