Pesawaran

Jembatan Penghubung Pesawaran-Bandar Lampung Ambles, Pemprov Segera Dirikan Jembatan Darurat

Pemprov Lampung akan membuat jembatan darurat dengan tali penyangga dari baja (cross girder).

Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Ketua Kampung
Jembatan Penghubung Pesawaran-Bandar Lampung ambles, Pemprov segera dirikan jembatan darurat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN - Jembatan Way Gebang Jalan Way Ratai Kabupaten Pesawaran ambles akibat hujan deras yang terjadi sepanjang Minggu (26/12/2021) malam hingga Senin (27/12/2021) dini hari.

Jembatan tersebut merupakan jalan penghubung antara Way Ratai Pesawaran dengan Kota Bandar Lampung.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona langsung bergerak cepat mengatasi kondisi itu.

Ia melihat langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan Pemprov Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK).

Menurut dia, untuk penanganan darurat akan dibuat jalan alternatif menggunakan pohon kelapa.

Sementara itu, Pemprov Lampung akan membuat jembatan darurat dengan tali penyangga dari baja (cross girder).

Dendi mengatakan, jembatan tersebut ambles karena faktor alam.

Sebab, pemkab sudah melakukan normalisasi sungai.

"Ini akibat arus deras dan ada tumpukan material sampah di tengah jembatan," kata Dendi.

Ketua Kampung Siaga Bencana Telukpandan Pesawaran Ayub Subita mengatakan, jembatan ambles sejak pukul 05.00 WIB.

Baca juga: Kapolres Pesawaran Tinjau Jembatan Way Gebang Ambles

Jembatan yang berdiri sejak 1981 tersebut menjadi akses utama ke Kota Bandar Lampung dan sebaliknya.

Menurut Ayub, jembatan tersebut pernah ambles 3 bulan namun tidak begitu parah dan sudah ditambal sulam.

Namun pada Senin, jembatan kembali ambles dan parah.

Beruntung tidak ada korban jiwa ataupun kendaran yang hanyut akibat kondisi itu.

Kondisi jembatan yang ambles ini mengakibatkan arus lalulintas macet hingga satu kilometer.

Banyak kendaraan yang terpaksa putar balik akibat tidak bisa melintas.

Pj Kades Gebang Telukpandan Pesawaran Ewin Vithori mengatakan, pihaknya telah mengerahkan warga untuk menebang pohon kelapa untuk menjadi jalan alternatif.

"Jadi jembatan yang longsor akibat derasnya curah hujan mengakibatkan akses jalan utama yang menghubungkan kedua daerah ini 90 persen lumpuh. Jembatan ini tidak bisa terpakai dan perlu jembatan baru," kata Ewin

Adapun solusi sementara yakni dibuatkan jembatan darurat dari pohon kelapa. Namun nantinya Pemprov Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi akan menganggarkan perbaikannya pada 2022.

"Jadi jembatan yang sering longsor setiap hujan ini akan segera diperbaiki. Setiap hujan deras pasti ada penumpukan sampah yang mengakibatkan luapan sungai sehingga ambles jembatan tersebut," kata dia.

Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo juga langsung turun ke lokasi jembatan ambles. Menurutnya, penanganan akan dilakukan pihak Polri, TNI bersama pemkab dan pemprov.

"Akses jalan tersebut merupakan jalan nasional dan saat ini kita berkoordinasi untuk pemasangan flet. Saat ini pengalihan terus dilakukan," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung Febrizal Levi Sukmana mengatakan, Pemprov Lampung terus bergerak agar jembatan Way Gebang bisa cepat dilalui oleh masyarakat.

"Pemprov bersama Pemkab Pesawaran akan mendirikan jembatan darurat sebagai jalur alternatif. Untuk kendaraan roda dua dibuat oleh Pemkab Pesawaran. Lalu jembatan darurat cross girder (milik balai jalan nasional) akan dibangun di badan jalan oleh Dinas BMBK Provinsi Lampung. Harapannya, dua hari kedepan sudah terpasang," bebernya.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved