Breaking News:

Pesisir Barat

Kawasan Wisata Labuhan Jukung Pesisir Barat Lampung Ditutup Selama Libur Tahun Baru

Kawasan Wisata Labuhan Jukung Pesisir Barat ditutup jelang Tahun Baru 2022. Pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat pada 24 Desember 2021.

Dispar Pesisir Barat.
Wisata Labuhan Jukung Pesisir Barat. awasan Wisata Labuhan Jukung Pesisir Barat ditutup selama libur Tahun Baru 2022. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESISIR BARAT -- Kawasan Wisata Labuhan Jukung Pesisir Barat ditutup jelang Tahun Baru 2022.

Penutupan tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Pesisir Barat Nomor 556/3390/IV.19/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona virus disease 2019 (Covid-19) pada saat Natal 2021 dan tahun baru 2022.

SE tersebut merujuk pada Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 66 Tahun 2021 Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 (Nataru) serta Hasil Rapat Persiapan Natal dan Tahun Baru di Masa Pandemi yang dilaksanakan pada 14 Desember 2021 di Aula Kantor Camat Pesisir Tengah.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Pesisir Barat Hudri mengatakan, terdapat enam poin instruksi dalam SE tersebut.

"Pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat pada 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, yaitu pertunjukan seni budaya dan olahraga yang dapat berpotensi menimbulkan penularan covid-19 dilakukan tanpa penonton," kata Hudri mewakili Kepala Dispar Pesisir Barat Gunawan, Jumat (31/12/2021).

Baca juga: Hadiri Pelantikan DPC Askonas, Bupati Pesisir Barat: Harus Siap Merespons dan Menghadapi Tantangan

"Yang bukan perayaan Nataru, tetapi menimbulkan kerumunan dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 serta dihadiri tidak lebih dari 50 orang," sambungnya.

Kemudian, Hudri melanjutkan, seluruh jajaran Pemkab Pesisir Barat termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan (Dishub), Dispar, dan Dinas Kesehatan (Diskes) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keterlibatan aktifnya.

"Di dalam mencegah dan mengatasi aktivitas publik yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat," terangnya.

"Serta mencegah dan mengatasi aktivitas berkumpul atau kerumunan massa di tempat fasilitas umum, fasilitas hiburan (pusat perbelanjaan dan restoran), tempat wisata, dan fasilitas ibadah selama periode Nataru," imbuh dia.

Ia meneruskan, Camat dibantu Peratin (Kepala Pekon) agar memimpin dan mendukung posko di wilayahnya masing-masing.

Baca juga: Wakil Bupati Pesisir Barat Serahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2022

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved