Breaking News:

Lampung Selatan

Rudapaksa Bocah 13 Tahun di Rumah Kosong, Pemuda Asal Lampung Selatan Jadi Tersangka

Kepolisian Sektor (Polsek) Palas, Lampung Selatan, menetapkan AN (20) sebagai tersangka rudapaksa anak di bawah umur yang terjadi pada Selasa lalu.

Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus
Ilustrasi. Rudapaksa Bocah 13 Tahun di Rumah Kosong, Pemuda Asal Lampung Selatan Jadi Tersangka. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Kepolisian Sektor (Polsek) Palas, Lampung Selatan, menetapkan AN (20) sebagai tersangka rudapaksa anak di bawah umur yang terjadi pada Selasa (4/1/2022).

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolsek Palas Iptu Edi Suandi. 

"Penahanan pelaku sejak Rabu 5 Januari 2022. Sebelumnya telah dilakukan serangkaian pemeriksaan terhadap korban, terduga pelaku hingga saksi-saksi serta alat bukti yang ada," kata Edi, Jumat (7/1/2022).

"Kami masih menungggu hasil visum keluar dari rumah sakit untuk melengkapi berkas perkara guna keperluan proses hukum lebih lanjut," jelasnya.

Edi mengatakan, AN melakukan perbuatan keji rudapaksa terhadap bocah berumur 13 tahun berinisial G di sebuah rumah kosong yang terletak di Desa Bumirestu, Kecamatan Palas.

Baca juga: Warga di Katibung Lampung Selatan Geger Penemuan Mayat Gadis Remaja, Diduga Korban Asusila

Keduanya baru kenal melalui aplikasi Facebook sekitar dua minggu sebelum kejadian. 

Setelah ber-chatting ria di dunia maya, akhirnya keduanya sepakat bertemu di simpang tiga Desa Rejomulyo dan menuju rumah yang saat itu sedang kosong ditinggal penghuninya.

"Rumah itu memang sering ditinggal oleh pemiliknya ke Jawa, dan pelaku mengetahui kondisi rumah tersebut," ucap dia. 

Edi mengatakan, modus yang dilakukan pelaku adalah mengancam korban secara psikologis.

"Pelaku menyerang korban melalui eksploitasi kata-kata, sehingga korban merasa ketakutan lalu menuruti kemauan si pelaku," katanya.

Baca juga: Sebanyak 1.296 Anak di Lampung Selatan Mendapatkan Vaksin Khusus Usia 6-11

"Perbuatan pelaku terhenti ketika warga sekitar gerah dengan keberadaan pelaku yang bukan warga setempat. Dan akhirnya bersama aparat desa mengamankan pelaku dan juga korban di Balai Desa Bumirestu, sekitar pukul 20.00 WIB. Salah seorang warga menghubungi Polsek Palas yang kemudian polisi pun menjemput pelaku serta korban," jelasnya.

Edi menegaskan, tersangka AN dijerat Undang-undang Perlindungan Anak dan tidak akan membuka ruang untuk jalur penyelesaian melalui musyawarah.

Baca juga: Pria 37 Tahun Ditemukan Tewas di Rel Kereta Api Natar Lampung Selatan 

"Kami pastikan, proses hukum tetap berjalan hingga ke pengadilan," pungkasnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved