Bandar Lampung
Siswa Diminta Filter Informasi dan Tingkatkan Wawasan Kebangsaan untuk Hindari Hoax
Sebanyak 120 siswa SMAN 2 Bandar Lampung mengikuti workshop pemahaman wawasan kebangsaan.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 120 siswa SMAN 2 Bandar Lampung mengikuti workshop pemahaman wawasan kebangsaan.
Dengan tema yang diusung "Pemahaman wawasan kebangsaan bagi generasi mileneal dalam rangka menumbuhkan cinta tanah air dan menjaga keutuhan NKRI".
Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Lampung Diona Katharina, Rabu (12/1/2022) mengatakan bahwa siswa harus diberikan pemahaman wawasan kebangsaan.
Karena jika tidak maka akan terjerumus dengan informasi yang menyesatkan.
"Pemahaman wawasan kebangsaan itu untuk cinta tanah air dan kesatuan bangsa Indonesia," kata Diona.
Dengan mamahami Pancasila, UUD, negara kesatuan dan bhineka tunggal ika ini untuk bersikap menjaga persatuan bangsa.
Untuk memperoleh rumusan strategi agar peran siswa dalam menghadapi tantangan era globalisasi.
Derasnya arus globalisasi ini harus adanya literasi yang mencegah dan hoax harus dibendung dengan pemahaman wawasan kebangsaan.
Penggunaan digitalisasi ini digunakan anak-anak diera mileneal, saat ini memudarnya luhur dan intoleransi serta masih ada yang mau mengantikan ideologi.
Memudarnya wawasan kebangsaan diera globalisasi jika tidak difilter maka akan membahayakan.
Baca juga: Barlian Mansyur Akan Duduki Posisi Strategis di DPD NasDem Bandar Lampung
Karena medsos banyak kerawanan dan masyarakat harus bisa memfilter.
Diharapkan agar sekolah lainnya untuk melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan tersebut.
Kepala SMAN 2 Bandar Lampung Hendra Putra mengatakan bahwa saat ini semua pihak telah gencar-gencarnya workshop wawasan kebangsaan ini dan pihaknya melakukan pemahaman kepada siswanya.
Wawasan kebangsaan ini dirasa diseriusi oleh semua pihak dipahami oleh semua pihak termasuk bagi para siswa.
"Diminta kepada para siswa menjaga persatuan bangsa dan jangan sampai retaknya wawasan bangsa itu," kata Hendra.