Breaking News:

Kesehatan

Halo Dokter, Hipermetropia Bisa Dialami Seseorang Sejak Dilahirkan

hipermetropia dan presbiopia yakni rabun dekat yang terjadi karena bayangan sinar yang masuk ke mata jatuh di belakang retina.

Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi pribadi
dr Rani Himayani. Halo Dokter, Hipermetropia bisa dialami seseorang sejak dilahirkan.. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Memiliki mata sehat adalah impian semua orang.

Namun ada yang harus mengubur keinginan itu karena matanya ada kelainan refraksi.

dr Rani Himayani SpM dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung mengatakan, kelainan refraksi adalah gangguan penglihatan dimana kemampuan mata untuk membiaskan cahaya menjadi terganggu.

Kelainan refraksi ada miopia yakni rabun jauh yang terjadi karena cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh ke retina akibat bola mata yang panjang.

Seseorang yang mengalami miopia akan kesulitan melihat jauh dengan jelas, atau saat melihat jauh pandangannya buram.

Ada juga hipermetropia dan presbiopia yakni rabun dekat yang terjadi karena bayangan sinar yang masuk ke mata jatuh di belakang retina.

Seseorang yang mengalami hipermetropia dan presbiopia akan kesulitan melihat dekat dengan jelas.

"Beda antara hipermetropia dan presbiopia adalah hipermetropia bisa terjadi sejak dilahirkan, sedangkan presbiopia terjadi di usia empat puluh tahun ke atas," kata dokter yang juga praktik di Lampung Eye Center dan Rumah Sakit Dr H Abdul Moeloek itu, Kamis (13/1/2021).

Selain itu ada juga silinder yang terjadi karena kelengkungan lensa atau kornea tidak sama, atau titik fokus jatuhnya lebih dari satu.

Silinder bisa terjadi sendiri namun bisa juga terjadi bersamaan dengan miopia, presbiopia, dan hipermetropia.

Baca juga: Halo Dokter, Cara Mengatasi Kelainan Refraksi pada Mata

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved