Bandar Lampung

Kadis di Lingkungan Pemprov Lampung Apresiasi Vaksinasi Booster

Vaksinasi tahap ketiga atau booster diapresiasi oleh para kepala dinas (Kadis) di lingkungan Pemprov Lampung.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Kadisdukcapil Provinsi Lampung Achmad Saefullah disuntik vaksin booster di auditorium Diskes Lampung, Jumat (14/1/2022). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Vaksinasi tahap ketiga atau booster diapresiasi oleh para kepala dinas (Kadis) di lingkungan Pemprov Lampung.

Diantaranya Kadis BMBK Febrizal Levi Sukmana, Kadis Disdukcapil Achmad Saefullah dan Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Yudhi Alfadri.

Kadisdukcapil Lampung Achmad Saefullah kepada awak media di auditorium Kantor Diskes Lampung, Jumat (14/1/2022) mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi adanya booster.

Dan memang ini program dari pemerintah dan harus diapresiasi.

"Alhamdulillah saya disuntik booster dan setiap satker kita diminta minimal 10 orang," kata Achmad Saefullah

"Kita ikuti program pemerintah dalam mencegah Covid-19 dan harapannya selesai Covid-19 pada tahun ini," tambahnya.

Dirinya mengaku mendapatkan vaksin moderna, untuk dosis 1 dan 2 sinovac.

"Tadi setelah disuntik tidak terasa," imbuhnya. 

"Harapan juga jangan ada apa-apa dan semuanya itu hanya berserah diri kepada yang maha kuasa semoga selalu sehat," tukas Achmad.

Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Lampung Yudhi Alfadri mengatakan bahwa vaksinasi booster ini untuk mencegah masuknya virus Covid-19 dan omricon.

Baca juga: Diskes Lampung Kick Off Vaksinasi Booster untuk Perwakilan Satker dan Masyarakat Umum

"Saya harapkan wabah ini bisa melandai dan booster ini untuk mencegah agar varian lainnya seperti omricon tidak masuk," kata Yudhi.

Kadis BMBK Lampung Febrizal Levi Sukmana mengatakan kalau dirinya sudah dilakukan vaksinasi dan begitu dapat informasi dari Kadiskes Reihana setiap OPD harus vaksin dirinya langsung ikut booster.

"Alhamdulillah sudah disuntik tadi dan tidak apa-apa, nyaman saja setelah disuntik seperti digigit semut seperti vaksinasi tahap pertama dan kedua," terang Levi.

Sementara perwakilan warga, Suhartono (62) warga Kedaton yang juga mendapatkan booster ini dirinya tahu dari anaknya dan dengan harapan ingin sehat.

"Kalau saya tahu dari anak saya dan saya itu kepingin dapat dosis ketiga ini biar ga terpapar Covid-19," kata Suhartono.

Kalau yang dirasakan setelah disuntik itu biasa saja dan memang dirinya memiliki penyakit bawaan gula.

Karena gulanya bisa terkontrol makanya diperbolehkan untuk vaksinasi booster dan setiap hari hanya dirumah saja.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved