Tulangbawang

34 Kasus DBD di Tulangbawang Periode Januari 2022 Belum Masuk KLB

Diskes Tulangbawang memastikan, kasus DBD di wilayah setempat yang terjadi periode Januari 2022 ini belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).

Tayang:
Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Ilustrasi - Kadiskes Tulangbawang Fathoni. 34 Kasus DBD di Tulangbawang Periode Januari 2022 Belum Masuk KLB. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang memastikan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah setempat yang terjadi periode Januari 2022 ini belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB).

Kepala Diskes Tulangbawang, Fathoni, menuturkan, hasil koordinasi dan evaluasi dari Dinkes Provinsi Lampung, jumlah 34 kasus DBD di Tuba periode ini baru sebatas peningkatan kasus.

"Hasil evaluasi Dinkes Provinsi kasus DBD periode ini baru sebatas penting kasus, belum KLB. Karena peningkatan kasus ini juga terjadi tidak hanya di Tulangbawang, tapi juga beberapa Kabupaten lainnya," ungkap Fathoni, Selasa (25/01/2022).

Pada tahun 2001 lalu, jumlah kasus DBD di Tulangbawang periode Januari sampai Desember 2021 tercatat sebanyak 75 kasus tanpa kematian.

Sementara, pada tahun 2020 tercatat ada 228 kasus tanpa kematian.

Diberitakan sebelum, Kabupaten Tulangbawang masuk zona darurat Demam Berdarah Dengue (DBD).

Saat ini tercatat sudah 34 warga diwilayah setempat yang terkena wabah DBD dan menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah Menggala (RSUDM).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Tulangbawang, Fathoni, mengutarakan, data tersebut tercatat sejak 1 Januari sampai 23 Januari 2022.

"Sudah ada 34 warga kita yang dirawat di RSUDM sejak tanggal 1 sampai hari ini, terkena DBD," ungkap Fathoni kepada Tribunlampung.co.id, Senin (24/01/2022).

Melihat tren peningkatan kasus DBD sejak tiga pekan ini diwilayah Tulangbawang, Fathoni belum berani menyimpulkan apakah sudah masuk kejadian luar biasa (KLB) DBD.

Baca juga: DBD Renggut Nyawa 2 Bocah di Menggala Tulangbawang

Fathoni mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi menyikapi peningkatan tren DBD di wilayah Tulangbawang pada Januari ini.

"Ini yang sedang kita diskusikan dengan Dinkes Provinsi, hari ini kita koordinasikan dengan Dinkes Provinsi sembari menunggu arahannya. Kami belum berani bersikap sebelum ada arahan dari Provinsi," tutur Fathoni.

Fathoni menuturkan, atas banyaknya kasus DBD di Tuba pada Januari ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada dengan menjaga kebersihan lingkungan.

"Kami sudah sikapi, tadi kita rakor bersama dengan pihak terkait untuk mengerahkn semua kekuatan yang ada mulai tingkat kampung. Mulai besok gotog royong pemberantasan sarang nyamuk," paparnya.

Dari 34 kasus warga di Tulangbawang yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD), dua diantaranya meninggal dunia.

Dua pasien meninggal itu merupakan anak-anak, masing-masing berumur 11 tahun dan 12 tahun.

"Dua pasien tersebut merupakan warga Menggala," tutur Kepala Dinas Kesehatan Tulangbawang Fathoni, Senin (24/01/2022).

Fathoni menuturkan, dua pasien anak-anak itu sempat mendapat perawatan di ruang ICU RSUD Menggala selama dua hari.

Saat tiba di RSUD Menggala, kata Fhatoni, kondisi dua pasien tersebut sudah mengkhawatirkan.

"Sehingga langsung masuk ICU. Satu pasien berinisial I ketika datang ke RSUD trombositnya sudah 6000. Sementara satu pasien lagi berinisial K trombositnya 13 ribu," kata Fathoni.

Dalam kondisi normal, Fathoni mengatakan, trombosit mesti mencapai 150 ribu.

"Kami sudah dapat konfirmasi dari RSUD, dua pasien itu ketika datang kondisinya sudah DSS (Dengue Shock Syndrome). Trombositnya sudah kurang dari 150 ribu," tutur Fathoni.

Dengue Shock Syndrome adalah spektrum klinis dari infeksi dengue yang ditandai dengan gangguan sirkulasi.

Karenanya, dia mengimbau ketika ada warga yang mengalami demam lebih dari tiga hari agar segera dibawa ke Puskesmas terdekat, agar segera mendapat perawatan medis.

"Ini terutama bagi anak-anak. Jangan biarkan sampai demam lebih dari tiga hari. Karena itu sudah sangat berbahaya ketika anak kondisinya drop," papar Fathoni.

(Tribunlampung.co.id/endra zulkarnain)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved