Lampung Barat
Masata Dorong Tempat Wisata di Lampung Barat Berstandar CHSE
Masata Lampung Barat dorong penerapan CHSE dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di tahun 2022 ini.
Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: Hanif Mustafa
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Lampung Barat dorong penerapan CHSE (Cleanliness atau kebersihan, Health atau kesehatan, Safety atau keamanan, dan Environment Sustainability atau kelestarian lingkungan) dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di tahun 2022 ini.
"Dengan adanya gebrakan Kampung Kopi Rigis Jaya pada 2021 lalu ditambah kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno ke Lampung Barat, ini menunjukkan sektor pariwisata di Lampung Barat sudah menggeliat," ujar Ketua Masata Lampung Barat Teuku Wahyu, Rabu (26/1/2022).
"Untuk tahun ini Masata berfokus kepada penerapan CHSE di sejumlah destinasi wisata," lanjut dia.
Wahyu melanjutkan, hal itu lantaran setiap destinasi wisata kini diharuskan berstandar CHSE.
"Sementara di Kabupaten Lampung Barat sendiri baru dua destinasi wisata yang memiliki standar CHSE, yakni Ecopark Suoh dan Kampung Kopi Rigis Jaya," kata dia.
Baca juga: Ogah Jual Minyak Goreng Rp 14 Ribu, Penjual di Lampung Barat: Sesuaikan Modal
"Untuk restoran sendiri, baru Diva Cafe yang berlokasi di Kecamatan Kebun Tebu, Lampung Barat," sambungnya.
Wahyu menilai, jika destinasi wisata yang ada di Lampung Barat telah berstandar CHSE, pengunjung akan merasa aman dan nyaman.
"Yang kedua, kami berfokus kepada penggunaan aplikasi PeduliLindungi di setiap destinasi wisata," ungkapnya.
"Jadi, kalau pengunjung mau berwisata di Lampung Barat harus melakukan scan barcode PeduliLindungi," imbuh dia.
Tahun 2022 ini, kedua program itu menjadi fokus utama bagi Masata Lampung Barat.
Baca juga: Tingkatkan Indeks Penilaian SPBE, Diskominfo Lampung Barat Koordinasi dengan Diskominfo Lampung
Satu lagi yang menjadi program prioritas Masata Lampung Barat, lanjut dia, ialah pengembangan UMKM.
"Dalam hal ini, kita sudah berkoordinasi dengan Diskoperindag Lampung Barat," terang Wahyu.
Ia menginginkan, ketika pengunjung berwisata ke Lampung Barat, dapat membawa oleh-oleh khas dari Lampung Barat.
Supaya suatu destinasi wisata dapat memiliki standar CHSE, Masata Lampung Barat akan membantu dalam hal administrasi atau pendaftaran agar memperoleh legalitas CHSE itu.
"Di sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran CHSE ini sangat penting," ujar Wahyu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ketua-Masata-Lampung-Barat-Teuku-Wahyu-26122.jpg)