Berita Terkini Nasional
Viral Orangutan Turun ke Jalan di Kalimantan Timur, BKSDA Buka Suara
Satu video viral di media sosial Twitter memperlihatkan orangutan turun ke jalan raya di Kalimantan Timur, BKSDA pun angkat bicara.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Satu video viral di media sosial Twitter memperlihatkan orangutan turun ke jalan raya di Kalimantan Timur, BKSDA pun angkat bicara.
Diketahui, unggahan tersebut menyebut, lokasi kejadian berada di Jalan Baru arah Wahau, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Pengunggah juga menduga bahwa orangutan tersebut tengah kelaparan karena habitatnya yang semakin menghilang.
Posting tersebut diunggah oleh akun @EsTeh_28.
“Seekor orangutan turun ke jalan yang diduga sedang kelaparan karena habitatnya semakin menghilang akibat ulah manusia."
Baca juga: Fakta Sebenarnya di Balik Video Viral Shannon Wong Pacar Athalla Disiksa Ayahnya
"Lokasi kejadian di Jalan Baru arah Wahau, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur,” ujar si pengunggah.
Penggunggah diketahui juga melampirkan sebuah video yang menunjukkan orangutan berjalan di jalan raya kemudian beberapa kendaraan terlihat melintas.
Orangutan tersebut terlihat mengambil makanan yang ada di jalan raya.
Selang beberapa saat terlihat sejumlah orang memberikan makanan kepada orangutan tersebut
Hingga Selasa (1/2/2022) pagi, unggahan video tersebut telah disukai lebih dari 3.389 pengguna.
Baca juga: Polisi di Lampung Tangkap Pencuri Motor Kurang dari 24 Jam Setelah Beraksi
Penjelasan BKSDA
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) Ivan Yusfi Noor menjelaskan bahwa memang Daerah Sangatta-Tepian Langsat-Simpang Perdau-Bengalon-Kaliorang, dikenal sebagai habitat orangutan.
“Jadi mereka memang hidup di sana. Di dalam habitatnya, orangutan tersebut bergerak dan beraktivitas untuk mencari pakan dan juga pasangan untuk bereproduksi,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (31/1/2022).
Namun, Ivan mengatakan, di dalam habitat orangutan tersebut faktanya terdapat jalan raya yang melintas dan berbagai aktivitas manusia lainnya.
“Ketika jalan raya bertemu jalur pergerakannya, saat itulah kita bisa melihat orangutan di pinggir jalan, berusaha menyeberang,” ungkapnya.
Apakah orangutan tersebut kelaparan?
Kemudian terkait apakah orangutan tersebut berarti kelaparan, Ivan menyebut hal tersebut belum tentu.
“Belum tentu (kelaparan)."
"Orangutan mempunyai daya hidup yang tinggi,” kata dia.
Sehingga menurutnya orangutan bisa bertahan hidup bahkan dari tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di permukaan tanah.
“Jadi video yang viral tersebut justru menunjukkan bahwa perilaku mereka berubah ketika manusia/pengguna jalan memberi mereka makanan sehingga orangutan bisa jadi terbiasa mencari makanan di jalan,” kata dia.
Larangan pemberian makanan kepada orangutan
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk tak memberi makan kepada orang utan ketika menjumpainya di jalan.
“Jika ada situasi/laporan seperti ini, kami segera mengirimkan Tim Quick Response konflik satwa liar ke TKP untuk melakukan pengecekan dan penelitian ke lapangan untuk melihat status 'gangguan'," kata Ivan.
Menurutnya jika orangutan telah bergerak kembali ke dalam hutan maka tim akan membiarkannya.
Namun jika ternyata orangutan tersebut sampai membahayakan dirinya maupun pengguna jalan dan merugikan masyarakat sekitar maka tim akan melakukan rescue dan translokasi ke habitat yang lebih aman.
“Kepada pengguna jalan BKSDA juga mengimbau untuk hati-hati dan waspada terhadap orangutan yang melintas menyeberangi jalan."
"BKSDA Kaltim telah dan akan terus memasang plang-plang peringatan kepada pengguna jalan di daerah-daerah di atas,” pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Videografer Tribunlampung.co.id / Wahyu Iskandar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Viral-Orangutan-Turun-ke-Jalan-Raya-di-Kaltim-Ini-Kata-BKSDA.jpg)