Universitas Terbaik Sumatera

Dr Mukhtar Hadi UM Metro Jelaskan Makna Menjaga Marwah Diri

Beberapa orang pengemis dan gelandangan tertangkap tangan oleh petugas ketertiban dan keamanan kota dalam sebuah razia.

ist
Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Anggota BPH UM Metro) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO  - Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Anggota BP  UM Metro ) menjelaskan Beberapa orang pengemis dan gelandangan tertangkap tangan oleh petugas ketertiban dan keamanan kota dalam sebuah razia.

Razia gelandangan dan pengemis itu memang secara rutin diadakan demi menjaga kota dari kesan tidak tertib, kekumuhan dan ketidaknyamanan. Puluhan orang di tangkap dan digelandang ke kantor dinas sosial untuk diperiksa dan didata.

Dicatat sebagai orang-orang dengan masalah sosial.

Mengherankan ternyata setelah diperiksa dari sekian banyak gelandangan dan pengemis ada yang berpura-pura sakit, berpura-pura cacat dan berdandan “memelas” agar orang lain terenyuh hatinya.

Tujuannya untuk menghiba supaya orang memberikan sedekah kepadanya.

Sikap mendramatisir kemiskinan sengaja mereka lakukan supaya menimbulkan sikap iba dan belas kasihan sehingga orang lain berempati kepada dirinya.

Di tempat lain dengan waktu yang berbeda, ada orang-orang kaya dengan amplop yang berisi uang sengaja mengundang dan mengumpulkan orang-orang miskin datang ke rumahnya untuk berbagi sedekah.

Karena sudah beberapa hari sebelumnya niat bersedekah itu diumumkan, maka berbondong-bondonglah orang datang ke rumahnya demi sebuah amplop yang isinya lima puuh ribu rupiah atau seratus ribu rupiah.

Ratusan bahkan ribuan orang miskin atau mengaku miskin berdesak-desakan untuk mendapat bagian. Anak-anak, perempuan, laki-laki, bahkan orang-orang yang sudah sepuh saling dorong dan berhimpit-himpitan.

Ada yang teriak histeris karena tergencet oleh yang lainnya, anak-anak menjerit menangis karena badan kecilnya tidak mampu menahan beban himpitan dari orang-orang dewasa.

Ada yang jatuh lalu terinjak-injak yang lain, akhirnya amplop tidak didapat namun nyawa melayang.

Si kaya dengan riang tetap membagikan amplop sedekah di tangannya.

Dalam peristiwa yang pertama ada orang-orang fakir yang karena kemiskinannya mendramatisir dirinya supaya nampak benar-benar miskin dengan harapan orang lain menjadi jatuh iba dan secara sukarela membantu dirinya.

Dia mengeksploitasi kemiskinannya untuk memdapatkan sedekah dan bantuan dari Si penderma.

Namun dalam peristiwa yang kedua sebaliknya, bukan si miskin yang mendramatisir dirinya supaya nampak betul-betul miskin, tetapi si kaya yang mendramatisir orang-orang miskin untuk menampakkan status dirinya sebagai si kaya yang dermawan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved