Bandar Lampung

Wali Kota Eva Dwiana Minta Pedagang Jaga Prokes, 9 Pedagang Pasar Bambu Kuning Reaktif Covid

Pemerintah Kota Bandar Lampung melakukan rapid tes antigen secara acak kepada pedagang Pasar Bambu Kuning.

Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana saat memantau pelaksanaan rapid antigen pedagang Pasar Bambu Kuning, kemarin. Wali Kota Eva Dwiana Minta pedagang jaga prokes. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemkot Bandar Lampung melakukan rapid tes antigen secara acak kepada pedagang Pasar Bambu Kuning, Bandar Lampung, Selasa (8/2/2022).

Hasilnya cukup mengagetkan karena ada sejumlah pedagang yang hasil tesnya reaktif Covid-19.

Namun demikian, salah satu pedagang pasar yang terkonfirmasi reaktif Covid-19 meragukan hasil yang ia terima.

Pedagang yang saat ini belum terkonfirmasi namanya itu, mengklaim sedang dalam kondisi sehat.

"Saya sehat, tuh bu (berdialog dengan tenaga kesehatan) garisnya samar kan," ujar pedagang pakaian seusai menerima hasil rapid tes antigen.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Desti Mega Putri yang juga hadir di Pasar Bambu Kuning, menerangkan kepada pedagang kalau pedagang tersebut memang reaktif Covid-19.

"Itu jelas pak, bapak reaktif. Sekarang lebih baik bapak pulang dan istirahat," jelas dia.

Butuh waktu beberapa menit untuk pedagang yang dimaksud mengerti bagaimana kondisinya, sebelum akhirnya ia menerima anjuran untuk beristirahat itu.

Kemudian pengecekan rapid tes antigen juga dilakukan kepada beberapa pedagang lain.

Dalam waktu singkat, petugas menemukan adanya enam pedagang reaktif dari hasil pemeriksaannya.

Beberapa pedagang lain yang melihat ada rekannya yang reaktif Covid-19, malah berupaya menghindari dan menolak tawaran tes antigen dari petugas kesehatan.

"Coba, ini pedagang lain yang di dekatnya, depan dan sampingnya dites juga," ujar Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang juga meninjau pelaksanaan rapid tes antigen di pasar tersebut.

Dari total 35 sampel yang diambil, sebanyak 9 pedagang hasilnya diketahui reaktif Covid-19.

Eva Dwiana mengatakan, temuan ini diharapkan menjadi jalan agar masyarakat pasar lebih taat protokol kesehatan (Prokes).

"Kalau kita tidak menjaga bagaimana. Jadi ayo sama-sama terapkan protokol kesehatan. Kalau semua tutup karena positif Covid-19 kan gimana, malah gak bisa ngapa-ngapain," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved