Bandar Lampung
Wali Kota Eva Dwiana Minta Pedagang Jaga Prokes, 9 Pedagang Pasar Bambu Kuning Reaktif Covid
Pemerintah Kota Bandar Lampung melakukan rapid tes antigen secara acak kepada pedagang Pasar Bambu Kuning.
"Apalagi penggiat usaha ini kan ketemu siapa-siapa. Kita harap juga kalau positif langsung lakukan langkah penanganan, jangan justru malah gak mau," sambungnya.
Punya Riwayat Perjalanan dari Jakarta
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengklaim beberapa pedagang yang reaktif Covid-19 bukanlah menjadi sebuah klaster.
Menurut Eva, mayoritas pedagang yang reaktif memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah.
"Ada beberapa yang baru pulang belanja dari Jakarta," kata Eva, Selasa (8/2/2022).
Atas klaim itu, ia mengatakan pasar tersebut tidak akan ditutup.
"Tidak ditutup, tapi harus prokes, hanya kiosnya saja yang kita tutup. Kalau tinggi baru kita tutup," lanjut dia.
Eva menegaskan, selain dari pencegahan sebaran Covid-19, rapid tes antigen secara acak juga untuk memastikan kondusifnya dinamika perekonomian.
"Pasar Simpur kita coba juga kemarin, ada 7 atau 8 orang reaktif. Di wilayah Teluk Betung juga ada," kata Eva.
Kepala Dinas Perdagangan Bandar Lampung Wilson Faisol mengatakan, pengawasan protokol kesehatan terhadap pedagang terus dilakukan.
"Kalau protokol kesehatan dari awal selalu kita awasi, baik lewat imbauan dan peringatan juga dilaksanakan. Beberapa teknis juga dibantu oleh Satpol PP Bandar Lampung," jelas Wilson.
(Tribunlampung.co.id/Vincensius Soma Ferrer)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Wali-Kota-Eva-Dwiana-Minta-Pedagang-Jaga-Prokes-9-Pedagang-Pasar-Bambu-Kuning-Reaktif-Covid.jpg)