Lampung Barat
Berkunjung ke Temiangan Hill, Negeri di Atas Awan Khas Lampung Barat
Sejak dulu, banyak muda-mudi yang kerap mengunjungi Temiangan Hill di Pemangku 2 dan 4, Pekon Trimulyo, Gedung Surian, Lampung Barat.
Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: Kiki Novilia
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Sejak dulu, banyak muda-mudi yang kerap mengunjungi bukit Temiangan atau Temiangan Hill di Pemangku 2 dan 4, Pekon Trimulyo, Gedung Surian, Lampung Barat.
Apalagi pada hari-hari besar seperti tahun baru dan Idul Fitri.
Mereka melakukan berbagai aktivitas seru, misalnya dengan bakar ayam, ikan, jagung, bernyanyi dengan iringan gitar, hingga menyalakan kembang api.
Melihat fenomena tersebut, tercetuslah sebuah ide dari pemikiran sekelompok anak muda setempat untuk menjadikan Temiangan Hill sebagai destinasi wisata.
Mereka berpikiran, jika Bukit Temiangan memiliki potensi untuk menjadi sebuah destinasi wisata menarik.
Baca juga: Pemkab Lampung Barat Bakal Pantau Aktivitas Tambang Galian C
Tak mau menyia-nyiakan peluang, generasi muda yang berasal dari Karang Taruna Pekon Trimulyo dan masyarakat setempat segera meminta izin kepada pemilik lahan untuk mengelola lokasi tersebut menjadi destinasi wisata.
Pemilik lahan bernama Yono Yulianto mengamini permintaan kaum muda itu.
Hingga akhirnya, di tahun 2018, Bukit Temiangan menjelma menjadi sebuah destinasi wisata yang sudah terkelola dengan menyandang nama Temiangan Hill.
Informasi tersebut berdasarkan penuturan dari Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Temiangan Hill Iswanto.
Sebagai destinasi wisata alam, tentunya Temiangan Hill menyajikan panorama alam yang memukau.
Baca juga: Daftar 94 Pejabat di Lampung Barat yang Dilantik, Termasuk Sekkab Adi Utama
Wisata alam Temiangan Hill menyajikan pemandangan alam berapa sunset dan sunrise dari ketinggian 1290 mdpl.
Jika keberuntungan menyertai, pengunjung dapat menyaksikan dataran di kaki Bukit Temiangan yang berselimut kabut.
"Cuma kalau pemandangan hamparan kabut bisa menjadi di potensi wisata, kami belum tahu saat itu, belum paham," ujar Iswanto.
Wisata glamorous camping (glamping) ini, kini memiliki berbagai fasilitas berupa toilet, Musala, kantin, lahan perkemahan, lahan parkir, dan lain sebagainya.
Dengan luas lahan 100 - 140 meter persegi, Temiangan Hill mampu menampung pengunjung cukup banyak.
"Kalau ukuran sebenarnya saya kurang paham, tapi kalo gak salah sekitar 5-7 rantai. Satu rantai itu sekitar 20 meter persegi," kata Iswanto.
"Soalnya, sekarang ini sudah mendapat penambahan hibah lahan dari Pemerintah Pekon Trimulyo," sambungnya.
Bahkan, Ketua Pokdarwis yang akrab disapa Anto itu mengaku, pengunjung Temiangan Hill tak jarang berasal dari luar wilayah Lampung Barat.
"Di luar Kabupaten Lampung Barat, di Provinsi Lampung, pada awal tahun 2022 ini pengunjung kebanyakan dari kota Bandar Lampung. Ada juga yang dari luar Lampung, misalnya Palembang, Jakarta, Jawa," sebutnya.
"Mancanegara pun ada. Seingat saya itu dari Prancis, Brazil, Thailand, hingga Afrika," tambah dia.
Kebanyakan yang berkunjung ke Temiangan Hill ialah para dara muda.
Temiangan Hill sendiri berjarak cukup jauh dari Ibukota Lampung Barat Kota Liwa, yakni sekira 70 kilometer atau memakan waktu tempuh sekira 2 jam perjalanan.l menggunakan kendaraan sepeda motor atau mobil.
Sementara jika dari Ibukota Lampung Kota Bandar Lampung, Temiangan Hill berjarak 200 kilometer.
Jika pengunjung dari arah Kota Bandar Lampung, pengunjung dapat mengambil akses dari Kecamatan Way Tenong masuk ke kiri menuju arah Kecamatan Air Hitam, selanjutnya menuju arah Kecamatan Gedung Surian.
Dari Kantor Kecamatan Surian, pengunjung masih harus meneruskan perjalanan sejauh kurang lebih 7,5 kilometer untuk tiba di lokasi wisata yang terletak di Pekon Trimulyo.
Sesampainya di lokasi parkir, pengunjung akan ditawarkan jasa ojek untuk menuju bumi perkemahan Temiangan Hill.
Pasalnya, akses jalan dari lahan parkir menuju bumi perkemahan hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau menaiki kendaraan yang dikhususkan untuk segala medan.
Jasa ojek yang disediakan pengelola wisata Temiangan Hill bernama Gohill menggunakan kendaraan motor trial atau motor yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk menghadapi medan jalan menuju bumi perkemahan.
Lantaran pengunjungnya yang cukup ramai, tak tanggung-tanggung, pihak pengelola mengerahkan pengemudi Gohill sebanyak 17 orang untuk melayani antar jemput pengunjung.
Wisata berjuluk 'Negeri di Atas Awan' ini, Iswanto mengklaim, bukan hanya mengutamakan suguhan pemandangan alam bagi para wisatawan.
"Destinasi wisata Temiangan Hill lebih mengutamakan faktor pelayanan," kata dia.
"Soalnya wisata berjuluk Negeri di Atas Awan bukan hanya Temiangan Hill," imbuhnya.
Di Lampung Barat sendiri, Iswanto mengungkapkan, terdapat sejumlah wisata lainnya yang menyuguhkan panorama alam dan sensasi serupa.
"Di Lampung Barat juga ada beberapa destinasi wisata yang serupa Temiangan Hill, di mana pengunjung disuguhi pemandangan alam berupa kabut yang menyelimuti lereng bukit dan sensasi seolah pengunjung sedang berada di atas awan," jelasnya.
"Makanya kami lebih mengutamakan pelayanan, misalnya apapun yang diminta pengunjung, sebisa mungkin kami turuti asalkan masih sesuai aturan," terus dia.
Iswanto menekankan, semaksimal mungkin pihak pengelola dalam hal ini Pokdarwis Temiangan Hill memperlakukan pengunjung dengan baik agar para pengunjung merasa nyaman, aman, dan tenang dalam berwisata.
Semenjak dikelola oleh Pokdarwis yang beranggotakan 13 orang itu, wisata glamping yang buka setiap hari 24 jam kecuali Kamis malam Jumat ini menyajikan berbagai paket wisata.
Berikut ini daftar tarif paket wisata di Temiangan Hill.
Paket per satu orang Rp 250.000 dengan fasilitas berupa gratis parkir, ojek antar jemput, tiket masuk, makan plus kopi 2 x 1 orang, satu sleeping bag, satu tenda, dan kayu bakar.
Paket per dua orang Rp 350.000 dengan fasilitas gratis parkir, ojek antar jemput, tiket masuk, makan plus kopi 2 x 2 orang, dua sleeping bag, satu tenda, kayu bakar.
Paket per tiga orang Rp 500.000 dengan fasilitas gratis parkir, ojek antar jemput, tiket masuk, makan plus kopi 2 x 3 orang, tiga sleeping bag, satu tenda, kayu bakar.
Lalu, untuk paket penginapan homestay per satu orang Rp 150.000 dengan fasilitas kamar tidur, gratis parkir, ojek antar jemput, tiket masuk, makan plus kopi 2 x 1 orang.
Sementara untuk tarif non paket, harga tiket masuk Rp 10.000 per orang, tenda kapasitas 3 orang plus matras Rp 55.000, tenda kapasitas 4 orang plus matras Rp 65.000, sewa sleeping bag Rp 20.000, sewa lahan untuk pengunjung yang membawa tenda sendiri Rp 20.000, kayu bakar Rp 15.000 per ikat.
Kemudian, untuk tarif Gohill pada saat cuaca hujan antar jemput Rp 50.000, naik bukit Rp 30.000, turun bukit Rp 25.000.
Sedangkan tarif Gohill pada saat cuaca cerah antar jemput Rp 40.000, naik bukit Rp 25.000, turun bukit Rp 20.000.
Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi 087893732555 atau 085741612278.
Selain itu, pengunjung juga dapat menghubungi via Facebook di akun TemianganHill atau Instagram di akun @Temianganhill_official. ( Tribunlampung.co.id / Nanda Yustizar Ramdani )