Bandar Lampung

Mahasiswi Unila Terpilih Jadi Miss Grand Tourism Indonesia 2022, Dita Sempat Merasa Insecure

Dita berkomitmen akan menjalankan tugasnya sebagai duta pariwisata sembari mempersiapkan diri mengikuti Miss Intercontinental 2022.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Dita Fatimatuzzahra. Mahasiswi Unila Terpilih Jadi Miss Grand Tourism Indonesia 2022. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Lampung Dita Fatimatuzzahra meraih gelar Miss Grand Tourism Indonesia 2022 yang dihelat PT Pratama Indonesia Mobile di Gedung Fashion Show BPLK Semarang 12 Februari 2022.

Selanjutnya Dita akan mewakili Indonesia di Miss Intercontinental 2022 yang dihelat di Jerman November 2022.

Dita mengaku bersyukur dan bangga bisa meraih gelar Miss Grand Tourism Indonesia 2022.

Ia pun berkomitmen akan menjalankan tugasnya sebagai duta pariwisata sembari mempersiapkan diri mengikuti Miss Intercontinental 2022.

Kepada Tribun, Jumat (25/2), Dita menceritakan, sebelum terpilih menjadi Miss Grand Tourism Indonesia 2022 ia merupakan Miss Grand Tourism Lampung 2022.

Keberangkatan Dita untuk mengikuti karantina Miss Grand Tourism Indonesia 2022 diusung oleh Yayasan Arunika Cipta Abadi yang diketuai oleh Hasabi Rahadian sekaligus bertindak sebagai desainer yang mendesain kostum-kostum yang dibawa oleh Dita

Dita mengikuti karantina sejak 9-12 Februari 2022. Namun sebelum mengikuti karantina, ia sudah melakukan persiapan seperti public speaking, penampilan, talenta, belajar mengenai pariwisata, belajar mengenal diri sendiri, dan sebagainya.

"Saya juga selalu berusaha menjadi diri sendiri yang memiliki attitude baik, karena untuk menjadi seorang Miss Grand Tourism Indonesia, tak hanya cantik tapi juga harus memiliki attitude," tuturnya.

Dita mengaku sempat merasa insecure (perasaan tidak percaya diri/tidak aman/cemas) di awal-awal karantina.

Karena peserta lain terlihat tinggi, cantik, dan pintar.

Baca juga: Persiapan Pemilu 2024, Bawaslu Bandar Lampung Fokus Peningkatan SDM

Peserta-peserta itu berasal dari seluruh Indonesia. Jumlahnya sekitar 46-50 peserta termasuk Dita.

Ia berusaha mengalahkan perasaan insecure itu.

Gadis kelahiran Palembang 29 Mei 2001 ini membangun rasa percaya dirinya dan yakin memiliki kelebihan dan kesempatan yang sama dengan peserta lain.

Akhirnya ia berhasil melalui masa karantina itu.

Ketika grand final, ia tidak mengalami kesulitan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved