Metro

Wahdi Minta Lapangan Samber Metro Ramah Anak dan Disabilitas

Karena itu, Wahdi meminta satuan kerja terkait segera mengimplementasikan untuk mengembalikan fungsi Lapangan Samber sebagai ruang publik.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak
Wali Kota Metro Wahdi meninjau Lapangan Samber, Metro, Kamis (10/3/2022). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Wali Kota Metro Wahdi meminta sejumlah fasilitas di Lapangan Samber lebih ramah anak dan warga disabilitas.

"Jadi fungsi sebagai ruang publik itu benar-benar berjalan. Apalagi di sekitar lokasi ini kan ada sekolah, banyak pelajar SD yang ke sini. Ya harus lebih ramah dan tidak kumuh," ujarnya selepas meninjau Lapangan Samber, Metro, Kamis (10/3/2022).

Karena itu, Wahdi meminta satuan kerja terkait segera mengimplementasikan untuk mengembalikan fungsi Lapangan Samber sebagai ruang publik. Yakni tertata, teratur, bersih, dan ramah bagi semua kalangan masyarakat.

Ia juga meminta untuk fasilitas dan protokol kesehatan yang ada di Lapangan Samber segera dilengkapi. Seperti tempat cuci tangan, perbaikan gorong-gorong yang rusak atau bolong, dan penataan para pedagang agar terlihat tertib dan indah.

"Konsepnya adalah ruang publik, tapi tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi. Anak-anak, waega difabel juga harus menikmati semua fasilitas. Termasuk trotoar itu dikembalikan kepada fungsinya," katanya lagi.

Baca juga: Mengantisipasi Lonjakan Covid-19, Wali Kota Wahdi Minta Manajemen RSUD Ahmad Yani Persiapan Oksigen

Wali Kota mengaku, penataan Lapangan Samber akan dilakukan tahun ini menggunakan APBD 2022. Dengan harapan, terwujudnya Kota Metro yang berpendidikan, sehat, sejahtera, dan berbudaya. "Jadi tahun ini. Itu saya minta dibenahi semua," imbuhnya.

Adapun pantauan Tribun Lampung, sejumlah fasilitas yang belum memadai di Lapangan Samber di antaranya trotoar atau jalan yang tidak ramah disabilitas dan lansia, tempat cuci tangan banyak yang tak berfungsi, pedagang tidak tertata, dan kurangnya penghijauan.

Selain itu, banyak trotoar yang bolong dan berbahaya bagi pejalan kaki serta warna tembok yang sudah kusam, serta area parkir yang tidak tertata.

( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved