Bandar Lampung

Pasar Murah Minyak Goreng Belum Sanggup Atasi Kelangkaan di Bandar Lampung

Keresahan masyarakat Bandar Lampung atas kelangkaan minyak goreng masih dirasakan.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: soni
Tribun Lampung / V Soma Ferrer
antrean minyak goreng di minimarket kawasan Way Halim, Selasa (15/03/2022) 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Keresahan masyarakat Bandar Lampung atas kelangkaan minyak goreng masih dirasakan.

Hal itu tetap terjadi meskipun, pemerintah setempat telah mencoba menyalurkan minyak goreng kepada warganya secara door to door.

Namun, jumlah yang diberikan terbatas untuk menjangkau seluruh warga.

Masih mudah ditemui panjangnya antrean pemburu minyak goreng di ritel-ritel. Bahkan warga rela mengantre sejak bongkar muatan stok dagang ritel dilakukan.

"Iya karena masih sulit, harga minyak masih mahal di pasar, di ritel ini lah yang harganya sesuai HET. Tapi memang sering kosong," kata Rani, warga Way Halim saat mengantre di salah satu ritel di kecamatan tersebut, Selasa (15/3/2022).

Menyoal minyak goreng dalam pelaksanaan pasar murah, ia mengaku pesisir untuk mendapatkannya.

"Kalau info dari pemerintah, Way Halim ini dapat jadwal pasar murah door to door di Way Halim itu Kamis besok tanggal 17 Maret, tapi ragu juga sih dapat engganya, kayaknya," kata dia.

Menyinggung soal itu, Kepala Dinas Perdagangan Bandar Lampung Wilson Faisol membenarkan memang distribusi minyak goreng melalui pasar murah door to door secara kuantitas terbatas.

"Iya, masalah kecemburuan sosial karena dapat dan tidaknya minyak goreng. Itu karena memang jumlahnya yang terbatas," kata Wilson.

"Satu kecamatan hanya 500 karton/dus saja, itu dibagi agar semua RT mendapatkan," kata dia.

Dilanjutkannya, pembagian memanglah tidak secara rata, tapi disebutkan lebih proporsional berdasarkan kebutuhan warga dari kacamata RT sebagai pihak pendata.

"Yang lebih diutamakan memang warga berekonomi rendah dan pelaku usaha kecil seperti gorengan dan sebagainya," ucap dia.

Ia berkata, pihaknya sudah mencoba untuk menambah bobot minyak goreng untuk diberikan dalam pasar murah, namun pihaknya menerima keberatan dari pihak produsen.

"Sudah sebelumnya coba kita minta tambah, tapi memang ada keberatan dari produsen," jelas dia.

( Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer )

Baca juga: Viral Lautan Warga Antre Minyak Goreng Bak Nonton Konser

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved