Metro

Penipuan Modus Paket COD Terjadi di Metro Lampung, Bayar Rp 100 Ribu Terima Satu Kantong Teh Celup 

Modus penipuan dengan cara mengirimkan paket misterius sistem cash on delivery (COD) terjadi di Kota Metro. Korban hanya terima satu kantong teh celup

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Hanif Mustafa
tribunlampung.co.id / Indra Simanjutak
Caption korban tunjukkan isi paket misterius. Modus penipuan dengan cara mengirimkan paket misterius sistem COD, bayar Rp 100 ribu hanya terima satu sachet kantong celup. 

Tribunlampung.co.id, Metro - Modus penipuan dengan cara mengirimkan paket misterius sistem cash on delivery (COD) terjadi di Kota Metro.

Korban Desi Novitasari, menceritakan, kejadian bermula pada 21 Maret lalu di mana tempat usahanya menerima sebuah paket dari salah satu kurir ekspedisi.

Paket diterima pegawainya dengan membayar Rp 116.900.

"Saya enggak di situ. Nama dan alamat yang tercetak di resi paket memang nama dengan alamat outlet. Jadi pegawai saya bayar dikira ada yang pesan. Lalu kabari saya. Nah, saya curiga karena merasa tidak pernah pesan barang dengan sistem COD," imbuh wanita pemilik laundry Starclean Metro, Rabu (23/3/2022).

Ia mengaku, memang kerap berbelanja online. Namun selalu membayar lebih dulu.

Baca juga: Wali Kota Metro Lampung Ingatkan Salat Tarawih Utamakan Prokes

Baca juga: Tiga Ruko di Pasar Sadar Bandar Sribawono Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

"Dan saya selalu menggunakan ecommerce yang ada dan ramai digunakan di Indonesia. Jadi enggak pernah langsung belanja ke toko online, pasti lewat ecommerce," bebernya.

Kecurigaannya semakin terbukti kala membuka paket yang isiinya satu sachet teh celup berikut petunjuk cara menggunakan. Pihaknya lalu menghubungi ke epskedisi, namun pembayaran tidak bisa dicancel karena telah diinput.

"Nah, ternyata kejadian ini ada juga di laundry lain. Tapi mereka tidak bayar karena merasa tidak pesan. Dari resi yang diterima, barang itu dikirim melalui layanan ekspedisi J&T. Kita cek resinya itu dikirim dari Yogyakarta. Toko dan nomor telepon juga ternyata palsu," tuturnya.

Atas peristiwa tersebut, ia berharap agar kejadian serupa tidak lagi terulang.

Serta berpesan bagi masyarakat Metro yang menerima paket misterius COD dan merasa tidak pernah memasan, agar tidak menerima dan membayar kepada pihak ekspedisi.

( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjutak ) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved