Bandar Lampung
Sederet Pasar di Bandar Lampung yang Sunyi karena Tak Ada Pembeli
Sedikitnya, ada dua pasar tradisional di Kecamatan Tanjungkarang Pusat yang mengalami kondisi demikian, yakni Pasar Smep dan Pasar Bawah.
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Daniel Tri Hardanto
Yang membedakan, pasar ini masih sarana yang menunjang untuk berdagang karena kondisi gedungnya yang masih anyar.
Namun, pasar yang baru ditempati itu dikeluhkan pedagang karena tak menarik pembeli, bahkan sejak mulai digunakan pada akhir Oktober 2021 lalu.
"Sepi, bahkan dari awal dipakai sudah sepi pembeli," kata Lusi, pedagang Pasar Smep.
Ia mengatakan, bukan hal lumrah kalau para pedagang menuai rugi saat berjualan.
"Kalau dihitung omzet, bisa berkurang 75 persen karena sepi banget," ujarnya.
Ia berharap, pemerintah segera mencari solusi akan minimnya pedagang yang berbelanja di pasar itu.
"Ini mana mau Lebaran, pembeli masih sepi saja," kata dia.
"Belum kalau ada cicilan-cicilan lain," imbuh dia.
Tak Ada Pedagang
Pasar Hobi yang berletak di lingkungan Terminal Kemiling tak memiliki satu pun pedagang.
Padahal, awal mula pasar ini dioperasikan, beberapa pedagang yang merupakan penggiat hobi sempat menjajakan dagangan, seperti ikan-ikanan, barang antik dan sejenis unggas.
Saat ini, hanya terdapat banner bertuliskan "Pasar Hobi" di bagian depan dan pelataran kosong di dalamnya.
Dari keterangan yang didapat, pasar yang sempat beroperasi beberapa bulan itu ditinggalkan para pedagang karena tak adanya pembeli.
"Udah lama kosong. Dari tahun kemarin apa ya. Cuma sebentar kok dagangnya," kata seorang pedagang kopi di lingkungan terminal itu.
( Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kondisi-pasar-bawah-bandar-lampung-67.jpg)