Ramadan 2022
Berpuasa Bulan Ramadan, Tak Jadi Alasan Sejumlah Guru di Lampung untuk Kurangi Aktivitasnya
Kondisi berpuasa tak lantas membuat aktivitas menjadi berkurang. Sejumlah guru ini bahkan tidak hanya jalani rutinitasnya sebagai tenaga pendidik saja
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Teguh Prasetyo
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kondisi berpuasa tak lantas membuat aktivitas menjadi berkurang.
Sejumlah guru ini bahkan tidak hanya menjalani rutinitasnya sebagai tenaga pendidik saja, namun juga menyambi kuliah bahkan menjadi kurir pengiriman barang.
Salah satu ASN yang mengajar di SMPN 1 Way Panji, Lampung Selatan, Nurul mengatakan, baginya puasa tak menghalangi untuk tetap produktif melakukan banyak kegiatan yang dilakukan di hari biasanya.
"Bahkan jadi lebih semangat. Apalagi Ramadan datangnya hanya setahun sekali, jadi harus dimanfaatkan juga untuk memperbaiki ibadah kita," beber perempuan berhijab ini kepada Tribunlampung.co.id, Selasa (12/4/2022).
Salah satu tips agar tetap bisa optimal melakukan aktivitas sembari berupasa adalah tidak lupa untuk santap sahur dengan makan makanan yang bergizi seimbang.
"Saya juga biasakan untuk menyantap buah kurma paling tidak tiga butir sebelum waktu imsak. Minum air putih juga harus tercukupi agar tubuh tidak gampang dehidrasi," ujarnya.
Baca juga: Spekta Ramadan Serunya Buka Puasa Bareng Komunitas Ngide dan Tribun Lampung
Nurul mengaku, kerap pulang pergi dari Way Panji menuju Bandar Lampung untuk berbelanja berbagai kebutuhan pesanan pondok pesantren sekaligus mengantarkannya ke pesantren.
"Saya juga tengah menyelesaikan studi pascasarjana di FKIP Unila, jadi harus pintar-pintar bagi waktu agar semua bisa berjalan," tutur dia.
Di Ramadan kali ini Nurul berharap ibadahnya lebih baik lagi dibandingkan Ramadan sebelumnya.
Bisa rutin menjalankan salat tarawih dan juga tadarus.
"Mudah-mudahan bisa terus memperbaiki diri terutama dalam hal beribadah," tandasnya.
Salah satu guru pengajar Sosiologi di SMA Al Kautsar Bandar Lampung Teti Feriyani juga disibukkan dengan berbagai aktivitas lain di luar mengajar.
Namun menurutnya, semua bisa dijalankan dengan baik meskipun dengan kondisi berpuasa.
"Kuncinya yang penting niat, selebihnya kita bisa melakukan dengan baik selama niat itu ada dan diniatkan untuk ibadah," jelas dia.
Di Ramadan kali ini yang menjadi harapannya adalah ibadah puasanya bisa berjalan dengan lancar hingga Ramadan berakhir. Selain itu juga bisa mengoptimalkan ibadah.
Baca juga: Berikut Bacaan Zikir yang Bisa Diamalkan saat Menanti Waktu Berbuka Puasa
Maksimalkan Ibadah
Pimpinan Pondok Pesantren Al Firdaus Bandar Lampung Ustadz Amiruddin Muslih mengatakan, bulan suci Ramadan bisa menjadi ajang untuk semakin memperbaiki diri khususnya dalam hal beribadah.
"Termasuk mengendalikan diri dari perilaku suudzon, menggunjing (ghibah), dan mengorek-ngorek kesalahan orang lain," katanya.
Belum lagi prasangka buruk akan hal lainnya yang lekat dengan kehidupan sehari-hari.
Baik dalam hubungan dengan keluarga atau sanak saudara, lingkungan kerja, hingga kehidupan bertetangga atau bermasyarakat.
Upaya yang bisa dilakukan dalam memperbaiki ibadah adalah dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, meningkatkan kualitas puasa di bulan suci Ramadan.
"Karena puasa tidak hanya melulu soal tidak makan, minum dan menahan syahwat. Tapi yang lebih utama agar puasa kita tidak sia-sia yang berakhir muflis (bangkrut dan keutamaan dan pahala) adalah mampu menjaga hati, lisan, telinga dari perbuatan penyakit hati seperti ghibah, suudzon dan lainnya," paparnya.
Selama Ramadan, selain melakukan berbagai aktivitas positif, juga bisa dibarengi dengan memperbanyak dzikir dan membaca Alquran.
"Insya Allah puasa kita akan semakin bermakna dan berkualitas, menjadi tarbiyah dalam kehidupan kita untuk menjadi lebih baik," tandas dia.
(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia Markhamah)