Ramadan 2022

Cerita Mantan Napi Teroris Jalani Ibadah Puasa Selepas dari Penjara, Merasa Hidup Lebih Tenang

Edi Santoso (46), merupakan seorang mantan narapidana teroris yang pernah terlibat dalam salah satu organisasi radikal.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Teguh Prasetyo
Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter
Edi Santoso (46) saat diwawancarai di kediamannya. Ia merupakan seorang mantan narapidana teroris yang pernah terlibat dalam salah satu organisasi radikal. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Edi Santoso (46), merupakan seorang mantan narapidana teroris yang pernah terlibat dalam salah satu organisasi radikal.

Edi tergabung jaringan teroris Mujahid Indonesia Barat (MIB) yang dibentuk pentolan teroris, Abu Robban akhir tahun 2012 silam.

Tahun 2016, Edi diciduk tim Densus 88 Anti-teror karena keterlibatan nya dalam jaringan teroris tersebut.

Dari serangkaian aksi teror yang dilakukannya, Edi juga terlibat pencurian sebuah bank di wilayah Kabupaten Pringsewu, Lampung tahun 2013.

Setelah diadili, Edi menjalani masa tahanan di Lapas Khusus Teroris, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Kini, Edi sudah menghirup udara bebas. Hampir satu tahun dia keluar dari penjara, tepatnya Mei 2021.

Edi mengaku sangat bersyukur bisa keluar dari kelompok teroris dan berkumpul kembali dengan keluarga.

Bulan Ramadan tahun ini menjadi begitu bermakna bagi warga Jalan Selat Malaka, Panjang Selatan, Panjang, Bandar Lampung.

Ia menyebut bisa menjalankan ibadah sesuai dengan syariah Islam yang sesungguhnya.

"Beruntung sekali bisa kembali ke jalan yang benar. Saya merasa seperti terlahir kembali," kata Edi, Senin (18/4/2022).

Baca juga: Mantan Napi Teroris Racun Kemayoran yang Kini Beternak Lele

Sekarang Edi menyadari keterlibatannya dalam kelompok teroris beberapa waktu lalu, merupakan tindakan yang salah.

Edi menyebut banyak hal yang bertentangan dengan ajaran Islam, saat masih menjadi pengikut kelompok radikal.

Salah satunya dengan mudah mengkafirkan sesama umat Islam, karena bertentangan dengan paham kelompok tersebut.

"Karena kalian tidak mengikuti saya, saya sebagai alat pembenar dan dulu tidak saya sadari hal itu," kata Edi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved