Bandar Lampung

4.938 Napi di Lampung Diusulkan Dapat Remisi Lebaran

Kakanwil Kemenkumham Lampung Edi Kurniadi mengatakan, jumlah penerima remisi tersebut sudah diusulkan ke Kemenkumham RI.

Tribunlampung/Bayu
Kakanwil Kemenkumham Lampung Edi Kurniadi (berkacamata hitam). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Lampung bakal memberikan remisi Lebaran.

Sebanyak 4.938 narapidana di Lampung bakal menerima remisi Lebaran.

Dari jumlah tersebut, ada 39 napi bebas karena mendapat remisi khusus (RK) II.

Kakanwil Kemenkumham Lampung Edi Kurniadi mengatakan, jumlah penerima remisi tersebut sudah diusulkan ke Kemenkumham RI.

Edi menjelaskan, 39 napi yang langsung bebas yakni 4 napi dari Lapas Kelas IIA Kalianda, 4 napi Lapas Kelas IIA Metro, 11 napi Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung.

Baca juga: Peringati HUT ke-76 RI, Sebanyak 96 WBP di Rutan Kelas II B Krui Lampung Dapat Remisi

Selanjutnya, 1 napi Lapas Kelas IIB Kota Agung, 3 napi LPKA Kelas IIA Bandar Lampung, 7 napi kelas III Gunung Sugih.

"Dari Rutan Kelas I Bandar Lampung ada 7 napi, dan 2 napi dari Rutan Kelas IIB Kota Agung," kata Edi, Selasa (26/4/2022).

Edi menambahkan, untuk penerima remisi khusus (RK) I atau tidak langsung bebas terbanyak ada di Lapas Kelas IA Bandar Lampung sebanyak 687 napi.

Sedangkan paling sedikit ada di Lapas Kelas IIB Kota Agung sebanyak 101 napi.

Menurut Edi, usulan tersebut sudah ditandatangani Kadivpas, untuk selanjutnya dikirim ke Ditjenpas Kemenkumham RI.

Sementara itu narapidana tipikor di UPT Lapas/Rutan Kanwil Kemenkumham Lampung ada 17 yang napi yang mendapatkan remisi khusus I.

"17 narapidana korupsi yang mendapatkan remisi. Di antaranya 8 orang berada di Lapas Kelas I Bandar Lampung, 1 di Lapas Kelas IIA Metro, 4 di Lapas Kelas IIA Kalianda, 2 di Lapas Kelas IIB Gunung Sugih, dan 2 di Rutan Kelas IIB Kotabumi," ucapnya.

Edi menjelaskan, besaran remisi yang didapatkan, mulai dari 15 hari hingga satu bulan.

Selain itu, ada 28 narapidana korupsi yang tidak mendapatkan remisi hari raya Idul Fitri tahun 2022.

"Mereka tidak mendapatkan remisi dengan berbagai macam keadaan, seperti tidak membayar denda dan uang pengganti," kata Edi.

Selain itu, ada 7 orang napi terorisme yang mendapatkan remisi yakni 5 orang di Lapas Kelas I Bandar Lampung, 1 di Lapas Kelas IIA Metro dan 1 di Lapas Perempuan Kelas IIA bandar Lampung.

Edi menyebut, masih ada beberapa napi teroris yang tidak mendapatkan remisi karena alasan tertentu.

"Yang tidak mendapatkan remisi karena belum atau tidak menyatakan ikrar setia terhadap NKRI," kata Edi.

( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved