Ramadan 2022

Pelaksanaan Idul Fitri 1443 H di Lampung, Warga Diperbolehkan Salat Ied di Masjid atau Lapangan

Pelaksanaan salat Idul Firti 1443 Hijriah di Provinsi Lampung bisa dilakukan di masjid atau lapangan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

pixbay
Ilustrasi. Pelaksanaan salat Idul Firti 1443 Hijriah di Provinsi Lampung bisa dilakukan di masjid atau lapangan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pelaksanaan salat Idul Firti 1443 Hijriah di Provinsi Lampung bisa dilakukan di masjid atau lapangan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Lampung Erwinto menjelaskan, sesuai Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 045.2/1365/02/2022 tentang Pelaksanaan Ibadah di Bulan Ramadan dan Salat Idul Fitri 1443 Hijriah, Pelaksanaan salat Id disesuaikan dengan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah masing-masing.

"Sesuai surat edaran Bapak Gubernur tersebut, tetap ada pembatasan level. Untuk di Lampung rata-rata sudah zona kuning, jadi sudah boleh rata-rata jamaah hadir 75 persen dari kapasitas. Boleh di masjid boleh di lapangan tergantung pemerintah daerah masing-masing kabupaten/ kota," katanya Erwinto kepada Tribun Lampung, Jumat (29/4/2022).

Mengenai aktivitas takbiran dan penggunaan toa, terusnya, menyesuaikan saja sesuai kebutuhan apakah itu dilaksanakan di lapangan atau di masjid. 

"Kalau di masjid, menjelang pelaksanaan salat, 10 menit boleh pakai toa luar, untuk pelaksanaan salat menggunakan pengeras suara dalam. Kalau di lapangan memang pakai pengeras suara luar," papar dia.

Baca juga: Gubernur Arinal Djunaidi Salat Idul Fitri di Mahan Agung

Baca juga: 2 Tahun Absen Gegara Pandemi, Salat Idul Fitri di Bandar Lampung Bakal Digelar Lagi

Antisipasi terkait membeludaknya jamaah terlebih di momen Idul Fitri ini, dia meminta seluruh takmir atau pengurus masjid untuk tetap menerapkan peraturan-peraturan yang ada termasuk prokes.

"Mempertanggungjawabkan untuk kegiatan salat Id di masjid/ lapangan masing-masing," imbaunya.

Sementara untuk lingkungan Peringatan hari Besar Islam (PHBI), baik itu pemerintah provinsi maupun kabupaten/ kota, diakuinya belum ada laporan untuk mengadakan terkait salat Idul Fitri.

"Jadi yang mengadakan salat Id ini hanya atas nama masyarakat semua," ujarnya.

Terkait dimana Gubernur Lampung, Wali Kota Bandar Lampung maupun kepala daerah kabupaten/ kota lainnya melaksanakan salat Idul Fitri, menurutnya kembali ke masing-masing kepala daerah.

"Untuk tahun ini belum (melaksanakan di luar seperti GOR). Gubernur masih (akan melaksanakan salat Id) pribadi dengan pembatasan 30 orang bersama keluarga di Mahan Agung, dari keluarga, bukan PHBI," tutur dia.

Wali Kota Bandar Lampung juga belum ada kepastian akan melaksanakan salat Id dimana. Namun menurutnya berkemungkinan akan bergabung di Masjid Agung Al-Furqon atau mengadakan secara keluarga sendiri seperti gubernur. 

Baca juga: Sejoli di Bandar Lampung 21 Kali Maling Pakai Modus Pecah Kaca Mobil 

Baca juga: Polsek Sukarame Bandar Lampung Amankan Pelaku Curanmor yang Kerap Sasar Perumahan

Termasuk untuk kepala daerah di masing-masing kabupaten/ kota. Bisa saja melaksanakan salat Id di masjid terdekat atau bersama keluarga di rumah.

Kemenag Lampung mengimbau, dengan adanya peluang pelaksanaan salat Idul Fitri oleh pemerintah, agar bisa dilaksanakan dengan baik sesuai ketentuan oleh jamaah.

"Ayo kita sambut tetapi tetap harus dengan melaksanakan protokol kesehatan dan ini menjadi tanggung jawab masing-masing takmir. Ayo kita laksanakan semuanya dengan baik," imbuhnya.

Mengenai pengaturan shaf salat, tetap diimbau melakukan jarak karena itu termasuk ke dalam penerapan protokol kesehatan. "Untuk shaf, kami mengimbau tetap agak berjarak kurang lebih satu meter, karena itu masuk dalam prokes," tandasnya.

Dalam SE Gubernur tersebut juga tertulis di poin 6 bahwa masyarakat yang mengadakan Open House Idul Fitri harus memperhatikan protokol kesehatan. 

Untuk pejabat negara dan aparatur sipil negara (ASN), pada poin 5 tertulis dilarang mengadakan atau menghadiri kegiatan open house Idul Fitri. 

(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia Markhamah)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved