Bandar Lampung

Provinsi Lampung Alami Inflasi Sebesar 0,92 Persen pada April 2022, Penyebab Utamanya Minyak Goreng

Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,92 persen pada April 2022.

tribunlampung/sulis setia
Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,92 persen pada April 2022. Andil inflasi menurut komoditas barang dan jasa tertinggi disumbang oleh minyak goreng sebesar 0,304 persen. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Provinsi Lampung mengalami inflasi sebesar 0,92 persen pada April 2022.

Andil inflasi menurut komoditas barang dan jasa tertinggi disumbang oleh minyak goreng sebesar 0,304 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Endang Retno Sri Subiyandani membeberkan, inflasi terjadi karena peningkatan indeks harga beberapa komoditas barang dan jasa.

Tidak hanya minyak goreng, namun juga bensin, angkutan udara, mobil, dan telur ayam ras.

"Dicabutnya kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng, masih menjadi penyebab naiknya harga minyak goreng. Di sisi lain, harga bensin juga mengalami peningkatan sebagai akibat dari naiknya harga minyak mentah dunia yang turut mendorong naiknya harga minyak mentah di Indonesia, terang Endang secara virtual dalam Rilis Berita Resmi Statistik, Senin (9/5/2022).

Harga angkutan udara naik bukan hanya karena permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, sambungnya, tetapi juga akibat dari kenaikan harga avtur dunia yang sangat mempengaruhi biaya operasional penerbangan.

Harga mobil juga meningkat sebagai akibat dari dicabutnya kebijakan PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) untuk beberapa tipe mobil.

Selain  itu kenaikan tarif PPN sebesar 11 persen dimulai dari April 2022, juga turut memberikan dampak pada naiknya harga mobil.

"Sementara itu, harga ayam telur ras meningkat akibat meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Idul Fitri," imbuhnya.

Beberapa komoditas yang menahan laju inflasi pada April 2022 antara lain beras, cabai rawit, tahu mentah, cabai merah dan tomat.

"Penurunan harga harga beras, cabai rawit dan cabai merah karena stok yang melimpah karena petani memasuki masa panen. Harga tahu mentah turun akibat menurunnya harga kedelai. Lalu untuk tomat harga turun karena stok melimpah sementara permintaan sedikit," paparnya.

(Tribunlampung.co.id/ Sulis Setia M)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved