Pesisir Barat

Wisata Religi Makam Keramat Manula di Pesisir Barat, Lokasinya Jauh Namun Tak Pernah Sepi Peziarah

Makam Keramat Manula merupakan salah satu tempat wisata Religi di Krui Pesisir Barat Lampung.

Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Saidal Arif
Penampakan Makam Keramat Manula. 

TribunLampung.co.id, Pesisir Barat - Makam Keramat Manula merupakan salah satu tempat wisata Religi di Krui Pesisir Barat Lampung.

Makam Syekh Aminullah atau Makam Keramat Manula begitulah warga setempat menyebutnya.

Syekh Aminullah merupakan salah satu ulama awal yang menyebarkan agama islam di Lampung khususnya Pesisir Barat.

"Beliau diperkirakan wafat pada abad 14 dan tidak ada catatan pasti mengenai wafatnya," Kata Sarif warga setempat, Sabtu (14/5/2022).

Untuk latar belakang dari mana beliau berasal, masih dalam perdebatan, sebab tidak ada catatan pasti hanya cerita rakyat dari mulut ke mulut.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah Naik Drastis di Pesisir Barat Pasca Lebaran

Baca juga: Dinkes Pesisir Barat Lampung Ingatkan Warga untuk Mengantisipasi Penyebaran Hepatitis Akut pada Anak

"Ada yang mengatakan dia berasal dari Yaman, ada yang mengatakan beliau berasal dari Madinah, Hadramaut, ada yang menyakini beliau adalah seorang Habaib Zuriat Rosulallah," ucap Sarif.

Namun yang pasti masyarakat Krui dan Bengkulu sangat menghormati beliau, dan diyakini sebagai Wali Allah. 

Sekilas, makam Keramat Manula terlihat biasa saja tidak ada yang istimewa, tidak ada kubah yang menghiasi serta tidak ada gundukan tanah dimakamnya.

Makamnya rata dengan tanah hanya ada dua buah batu nisan, sebagai petanda.

"Menurut cerita itu wasiat beliau, agar makamnya dibiarkan rata dengan tanah dan hanya diberikan batu nisan sebagai petanda," ujar sarif menceritakan.

Terletak di perbatasan Provinsi Bengkulu-Lampung, tepatnya berlokasi di Desa Pugung Tanjung Jaoh Kecamatan Lemong, Pesisir Barat, Lampung.

Makam Syekh Aminullah berada di dalam kawasan taman nasional bukit barisan selatan (TNBBS).

Berada di atas bukit di pinggir laut menghadap samudera hindia.
 
Untuk sampai ke makamnya harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 3 kilometer dari jalan lintas Krui-Bengkulu, dengan melewati lembah dan sungai menyusuri lembabnya hutan kawasan TNBBS.

Meskipun lokasi makam jauh namun tak pernah sepi dikunjungi oleh para peziarah.

Peziarah yang datang bukan hanya berasal dari Pesisir Barat saja, namun juga datang dari berbagai daerah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved