Bandar Lampung
Kisah Ironi Petugas Kebersihan di Bandar Lampung, Beli Sapu dari Kocek Pribadi
Berpeluh membersihkan setiap sudut kota Bandar Lampung, para petugas kebersihan di Kota Tapis Berseri memiliki cerita ironi.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Berpeluh membersihkan setiap sudut kota Bandar Lampung, para petugas kebersihan di Kota Tapis Berseri memiliki cerita ironi.
Bagaimana tidak, mereka terkadang harus mengeluarkan kocek dari kantor pribadi untuk membeli alat kebersihan, seperti sapu, sarung tangan dan lainnya.
Padahal penghasilan mereka sebagai petugas kebersihan tidaklah seberapa. Dan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para petugas.
Tentu menjadi sebuah ironi mendengarkan cerita dari para petugas kebersihan yang relat bepeluh dan panas membersihkan setiap sudut Kota Bandar Lampung.
Kepada Tribun Lampung, berapa petugas berbagi cerita.
Baca juga: Kenaikan Harga Pupuk, Petani di Tanggamus Menjerit: Seharusnya Ada Solusi Jitu
Baca juga: Sempat Terjatuh dari Motor, Pelaku Begal di Lampung Tengah Tinggalkan Motor Curian
Menurut mereka, tanggung jawab sebagai petugas kebersihan terlalu berat untuk dipikul.
Pasalnya, ketersediaan alat untuk membersihkan Kota Bandar Lampung masih dianggap kurang terfasilitasi, sehingga mereka harus merogoh kocek dari kantong pribadi.
Alat-alat yang harus dibeli secara mandiri antara lain seperti sapu lidi, sarung tangan dan alat-alat lainnya.
"Sementara kan alat itu bukan alat permanen, sebulan saja bisa tiga kali ganti sapu," kata Hanafi, seorang tukang sapu jalan di wilayah Tanjungkarang Pusat sekitar area Pasar Tengah, Bandar Lampung.
Tak henti di situ, kata dia, dirinya sudah menanyakan langsung dinas terkait untuk memberi fasilitas pendukung kepada seluruh petugas kebersihan, seperti penyapu jalan, pengangkut sampah sampai perawatan taman mengenai masalah dan kekurangan yang harus dilengkapi.
"Karena semua sama, setiap kebutuhan kebersihan harus dari kantong tenaga kebersihan," kata dia.
"Bahkan, seragam saja kita beli, termasuk baju dan sepatu di tahun 2022 kemarin, tolong lah kami ini disejahterakan," lanjut dia.
Baca juga: Pemkab Lampung Selatan akan Kenakan Denda Rp 50 Juta bagi Pemasang Spanduk Liar di Pohon dan Tiang
Baca juga: Residivis Kasus Penganiayaan di Bandar Lampung Jadi Korban Penusukan Orang Tak Dikenal
Ha serupa dikatakan rekan Hanafi, Suryanto seorang tukang sapu di area Telukbetung Utara.
"Karena mengangkut sampah ini tidak hanya di jalan ya, di sungai dan drainase pun juga harus dibersihkan, masuk sungai ya masuk," ucapnya.
"Kita kan ujung tombak lah istilahnya, mau hidup sehat tapi kalau lingkungan tidak bersih kan tetap sama saja tidak sehat," lanjut dia.