Curanmor di Bandar Lampung

Pencuri di Rumah Mertua Jenderal Polisi Residivis, Beroperasi hingga Area Jawa

"Sudah dua kali keluar masuk bui, terakhir di Lapas Tangerang," kata Kanit Ranmor, Satreskrim Polresta Bandar Lampung Iptu A Saidi Jamil.

Tribunlampung.co.id/Joeviter Muhammad
Terungkap pencuri di rumah mertua Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran adalah seorang residivis. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Nuri (22), pencuri di kediaman mertua Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran merupakan pelaku utama.

Diketahu rumah kerabat alias mertua Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran berada di Jalan Dr Susilo, Pahoman, Bandar Lampung.

Berdasarkan catatan kepolisian, Nuri merupakan warga Lampung Timur seorang residivis dengan kasus yang sama. 

Bahkan dirinya pernah mendekam selama 2 tahun 8 bulan, di dalam Lapas di wilayah Tangerang.

"Sudah dua kali keluar masuk bui, terakhir pengakuan nya di Lapas Tangerang," kata Kanit Ranmor, Satreskrim Polresta Bandar Lampung Iptu A Saidi Jamil, Sabtu (28/5/2022).

Baca juga: Polisi Bekuk DPO Curanmor di Tempat Persembunyiannya di Rajabasa Bandar Lampung

Baca juga: Breaking News, Polisi Tangkap Pencuri di Rumah Kerabat Kapolda Metro Jaya

Ditambahkan Saidi,  TKP pencurian sepeda motor yang dilakukan tersangka Nuri di dalam dan luar Bandar Lampung.

Bahkan menurutnya, pelaku sudah lebih melakukan pencurian di 100 TKP berbeda.

"Pengakuan nya lebih dari 100 TKP, tidak hanya di wilayah Lampung pelaku juga mengaku beraksi sampai ke area Pulau Jawa," kata Saidi.

Saat ini aparat Kepolisian masih melakukan pengembangan untuk menangkap rekan pelaku berinisial HN.

Saidi menyebut pihaknya sudah mengantongi identitas rekan pelaku yang masih DPO.

"Sedang kita kembangkan, mudah-mudahan rekan pelaku bisa segera kita tangkap," kata Saidi.

Saidi menambahkan, tersangka Nuri bakal dijerat pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan (curat).

Ancaman pidana untuk tersangka Nuri, pidana penjara paling lama 7 tahun. Sementara dua tersangka lainnya Prabowo dan Wisnu dijerat pasal 480 KUHPidana.

"Untuk 2 tersangka lainnya dikenakan pasal 480 atau penadah barang curian. Ancaman nya 5 tahun penjara," kata Saidi.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved