Metro
Polemik Tarif PBB P2, DPRD Kota Metro Usul Dua Opsi ke Pemkot
DPRD Kota Metro memberi dua usulan yang dapat dijadikan pertimbangan Pemkot dalam menanggapi persoalan PBB P2.
Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Tribunlampung.co.id, Metro - DPRD Kota Metro meminta pemerintah segera menurunkan tarif PBB P2 Tahun 2022.
Sebab, tarif PBB P2 itu banyak dikeluhkan masyarakat Kota Metro. DPRD Kota Metro berharap persoalan itu tidak menjadi polemik berkepanjangan.
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Metro Amrulloh mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat dengar pendapat dengan Pemkot Metro.
Juga telah memberi dua usulan yang dapat dijadikan pertimbangan dalam menanggapi persoalan PBB P2.
"Opsi pertama yang tidak berkeberatan itu silahkan, dan yang berkeberatan itu dikembalikan kepada pajak tahun 2021. Tentu dengan beberapa indikator yang menjadi bahan penilaian menetapkan stimulus pajak yang ditemui di lapangan," tukasnya.
Baca juga: Breaking News, Polisi Tangkap Pencuri di Rumah Kerabat Kapolda Metro Jaya
Baca juga: Dishub Berupaya Kota Metro Terang Malam Hari, Termasuk Jalan Merpati
Karenanya, dengan opsi pertama akan ada yang mengalami penurunan dan ada yang naik.
Sementara opsi kedua meminta penambahan pemberian stimulus atau diskon pajak. Dimana sebelumnya 20 sampai 60 persen. Pihaknya mengusulkan menjadi 30 sampai 80 persen.
"Tinggal nanti opsi mana dari dua pilihan itu yang memang jadi win win solution terbaik. Karena memang banyak juga yang untuk kelas usaha itu kan memang pantas naik. Dan wajar, serta masuk akal apabila tidak diberikan diskon pajak atau stimulus," imbuhnya, Minggu (29/5/2022).
Menurutnya, di Kota Metro terdapat beberapa kendala. Dimana lokasi per kecamatan berbeda-beda. "Dan itu kita coba sama ratakan. Artinya berlaku untuk satu Metro. Nah, penyesuaian itu yang tadi kami cari," terangnya.
Sementara Ketua DPRD Kota Metro Tondi MG Nasution menilai, masyarakat sudah banyak mengeluhkan perihal kenaikan PBB P2 yang dianggap tidak wajar.
Pihaknya mengusulkan untuk menambahkan stimulus yang diberikan agar tidak lagi dipersoalkan warga.
"Kita menyikapinya dengan berbagai metode, tetapi intinya kita akan usulkan tetap menambahkan stimulus. Kita minta Pemkot Metro untuk dapat menurunkan stimulus secara bertahap agar tidak terjadi polemik kembali di masyarakat," tuntasnya.
(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)