Metro

Antisipasi PMK, 25 Kelompok Ternak di Metro Dibina

Apabila terjadi laporan gejala yang mengarah, langsung melaksanakan desinfeksi lingkungan pasar hewan dan tempat-tempat penjualan ternak.

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok Pemkot Metro
Dinas Pertanian dan Peternakan Metro bersama Wali Kota Wahdi meninjau hewan ternak di Purwosari, Minggu (5/6/2022). 

Tribunlampung.co.id, Metro - Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Metro telah membina 25 kelompok ternak sebagai langkah antisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah setempat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Metro Hery Wiratno mengatakan, sejumlah langkah-langkah antisipasi dalam mencegah masuknya PMK di wilayah setempat sudah dilakukan. Dimana 25 kelompok dan 375 peternak telah diberi pemahaman.

"Langkah-langkah antisipasi seperti membentuk satgas pencegahan dan pengendalian yang melibatkan Forkopimda, OPD dan asosiasi juga sudah kita lakukan. Kita juga bentuk tim respon cepat lingkup untuk melaksanakan KIE terhadap masyarakat pemilik ternak dan kelompok ternak," ujarnya, Minggu (5/6/2022).

Adapun tim untuk melaksanakan deteksi dini PMK dengan melakukan surveilans dan penelusuran.

Apabila terjadi laporan gejala yang mengarah, langsung melaksanakan desinfeksi lingkungan pasar hewan dan tempat-tempat penjualan ternak.

Baca juga: 18 Sapi di Mesuji Dinyatakan Sembuh dari PMK

"Langkah yang dilakukan KIE tentang PMK kepada masyarakat peternak, kelompok ternak pelaku usaha dan stakeholder terkait oleh tim respon cepat DKP3 Kota Metro. Kita juga mengawasi lalu lintas ternak dengan tidak menerima ternak dari daerah wabah," bebernya.

Selain itu memberlakukan karantina atau pengawasan selama 14 hari terhadap ternak yang akan dilalui lintaskan ke luar wilayah Metro. Serta surveilans dengan pengambilan sampel sebanyak 20 ekor kambing dan sapi dari wilayah Kota Metro.

"Jadi untuk melakukan pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan metode PCR di balai veteriner Lampung diperoleh hasil negatif PMK," ungkapnya.

Adapun populasi ternak yang ada di Metro sebanyak 25.043 ekor. Di antaranya sapi 8.976 ekor sapi perah, 243 ekor kambing potong, dan 11.518 ekor kambing perah.

Ia menambahkan, dengan adanya pembinaan pencegahan dan pengendalian PMK di Kota Metro, diharapkan dapat menghindari risiko masuknya PMK di wilayah setempat.

"Kami mohon dukungan dari semua pihak yang terkait untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan menularnya PMK di Metro," tuntasnya.

( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved