Lampung Selatan

GAK Kembali Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 500 Meter

Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi dengan tinggi kolom abu mecapai hingga 500 meter di atas puncak.

Tangkapan layar CCTV
Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi dengan tinggi kolom abu mecapai hingga 500 meter. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi dengan tinggi kolom abu mecapai hingga 500 meter di atas puncak dan kurang lebih 657 meter di atas permukaan laut, pada Rabu (8/6/2022).

Sejak Rabu (8/6/2022) pukul 13.04 wib hingga saat ini (GAK) masih mengeluarkan asap abu vulkanik dan 15 kali mengalami gempa.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK) dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Desa Hargo Pancuran Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan Andi Suardi.

"Hingga saat telah mengalami 15 kali gempa. Dengan rincian 1 kali gempa, letusan atau erupsi dengan amplitudo 55 mm. Untuk lama gempa 131 detik. 6 kali gempa hembusan dengan amplitudo 6-20 mm. Untuk lama gempa 13-56 detik. 6 kali gempa low frequency dengan amplitudo 12-20 mm, dan lama gempa 5-8 detik," kata Andi, Kamis (9/6/2022)

"1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 7 mm, untuk lama gempa 4 detik, dan 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 2-30 mm, dominan 3 mm," ujarnya.

Baca juga: Pikap Terguling di Lampung Selatan, 13 Orang Masuk RSUD Bob Bazar

Baca juga: GAK Belum Ada Peningkatan Erupsi Lagi, Masyarakat Diminta untuk Tidak Panik dan Ikuti Perintah BPBD

Andi mengatakan sampai saat ini status GAK masih level tiga atau siaga.

"Gunung Anak Krakatau berdasarkan rekaman dari cctv magma esdm untuk keadaan gunung tertutup Kabut 0-III. Sedangkan untuk Asap kawah tidak teramati," katanya.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 75 detik," ujarnya.

"Sedangkan untuk Cuaca terpantau cerah hingga hujan. Angin lemah lebih ke arah selatan, barat daya dan barat laut. Dengan suhu udara sekitar 27°C. Dan Kelembaban 42-66 persen," jelasnya.

"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif," pungkasnya.

Informasi tersebut bisa dilihat di https://magma.esdm.go.id.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved