Tanggamus
Penemuan Kerangka Manusia Hebohkan Warga di Tanggamus, Identitas Korban Tunggu Hasil Tes DNA
Penemuan kerangka manusia tidak jauh dari sungai Way Ngarip di Dusun 6, Pekon Balak, Wonosobo, Tanggamus, membuat heboh warga sekitar.
Ia melanjutkan, saat dirinya bersama jajaran tiba di TKP, cuaca dalam keadaan cerah berawan.
Sekeliling TKP merupakan area hutan marga yang dikelola masyarakat.
Dari permukiman warga hingga ke TKP berjarak sekira 8 kilometer.
"Lokasinya sekitar 8 kilometer dari keramaian penduduk, di mana terdapat pedukuhan atau rumah-rumah penunggu kebun yang letaknya terpencil dari rumah satu ke rumah lainya," terang Juniko.
Setelah proses identifikasi, pihaknya berkoordinasi dengan para aparatur pekon se-Kecamatan Wonosobo.
Koordinasi tersebut bertujuan untuk saling berbagi informasi jika ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, dapat melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Upaya tersebut pun membuahkan hasil berupa adanya warga dari Pekon Padang Manis yang mengaku sebagai kerabat korban.
"Kepala Pekon Padang Manis, Wonosobo, bersama warganya bernama Daimah (65) dan Dahlina (38) ke RSUD Batin Mangunang," ungkap Juniko.
"Dahlina mengaku sebagai kakak ipar korban," sambungnya.
Hal itu lantaran barang bukti yang ditemukan berupa sweater abu-abu dan sarung golok tersebut tidak nampak asing di mata Dahlina.
"Ia yakin barang bukti tersebut merupakan milik adik iparnya bernama Sodri bin Cikwi," terang Juniko.
"Karena Dahlina merasa pernah mencuci sweater warna abu-abu itu," terus dia.
Menurut keterangan Dahlina, terus Juniko, adik iparnya itu telah menghilang sejak setengah bulan yang lalu.
"Saat itu Sodri sedang berada di Dusun Kampung Tengah, Pekon Karang Rejo, Ulu Belu, Tanggamus," kata Juniko.
"Ia mengabarkan lewat telepon kalau dirinya mau pulang ke rumahnya di Pekon Padang Manis," imbuhnya.