Berita Terkini Nasional
CJH Sumenep Malu Gagal Berhaji, Sudah Gelar Selamatan dan Diantar Tetangga
Bagaimana tidak, niatan untuk naik haji ini sudah dipersiapkan sebelumnya sejak mendaftarkan diri ke Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep.
Tribunlampung.co.id, Jawa Timur - Seorang pria 64 tahun warga Pulau Kangean, Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur merasa malu karena gagal mengikuti ibadah haji.
Padahal sudah mempersiapkan segala urusan keberangkatan ke tanah suci untuk keperluan ibadah haji.
Persiapan itu bahkan sampai urusan selamatan untuk kebarangkatan ibadah haji.
Tidak hanya itu, kebarangkatannya diantar orang-orang dan bahkan tetangganya ke Pelabuhan Batu Guluk Pulau Kangean untuk berangkat ibadah haji.
Niat untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima, yakni menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah kini berubah jadi kekecewaan bagi Atman Bin Pakirin.
Baca juga: Tak Berangkat Haji Bareng Pasangan, 7 CJH Pringsewu Mengundurkan Diri
Baca juga: 2.019 Calhaj Asal Lampung Sudah Berada di Tanah Suci
Laki-laki berusia 64 tahun ini merupakan warga Desa Sambakati, Kecamatan Arjasa Pulau Kangean Sumenep, Madura.
Bagaimana tidak, niatan untuk naik haji ini sudah dipersiapkan sebelumnya sejak mendaftarkan diri ke Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep.
Atman dijanjikan berangkat haji pada tahun 2020, namun gagal lantaran pandemi covid-19.
Kini harapan besar tersebut pupus lagi dan bahkan gagal.
Karena ada aturan baru dari pemerintah Arab Saudi. Yakni tentang pembatasan usia CJH (Calon Jemaah Haji) diatas 65 tahun terpaksa ditunda.
Atman Bin Pakirin ini mengaku dan merasa kecewa dengan aturan haji saat ini. Ia telah dinyatakan gagal berangkat ke tanah suci setelah mengikuti manasik di kantor Kementerian Agama Sumenep.
"Manasik di Depag kemaren itu digagalkan langsung, sudah selesai manasik saya di panggil. Manasik dulu setelah banyak jemaah keluar saya diminta masuk ke ruangan," tutur Atman dengan rasa kecewa pada Selasa (14/06/2022) kemarin.
Baca juga: 8 Ucapan Selamat Idul Adha 2022
Baca juga: BPS Provinsi Lampung Melaksanakan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan
Ia seolah tak percaya dengan kabar tersebut, pasalnya segala persiapan sudah dilakukan mulai dari selamatan di kampungnya sebelum berangkat dan diantar orang-orang dan bahkan tetangganya ke Pelabuhan Batu Guluk Pulau Kangean.
"Tentu perasaan saya yang menusuk kalau saya digagalkan ini sangat malu dan tidak bisa ditebus dengan uang satu miliar. Kemaluan itu tidak bisa ditebus dengan uang, karena harapan tetangga dan keluarga itu," ungkapnya.
Terpisah, dikonfirmasi Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Chaironi Hidayat mengakui dan merasa prihatin dengan gagalnya satu CJH berangkat ke tanah suci karena faktor usia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/CJH-Kecewa-Gagal-Berhaji.jpg)