Lampung Barat

98,53 Persen Pekon di Lampung Barat Sudah Teraliri Listrik

Tercatat 98,53 persen Pekon di Lampung Barat sudah teraliri listrik melibihi yang sudah ditargetkan sebesar 97,06 persen.

Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi Kominfo Lampung Barat
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. 98,53 persen Pekon di Lampung Barat sudah teraliri listrik. Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. 98,53 persen Pekon di Lampung Barat sudah teraliri listrik. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan saat ini 98.53 persen Pekon di Lampung Barat sudah teraliri listrik melibihi yang sudah ditargetkan sebesar 97,06 persen. 

Parosil Mabsus menjelaskan, target pekon teralir listrik tahun 2021 pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017–2022 dengan target sebesar 97,06 persen dan sampai saat ini telah tercapai sebesar 98,53 persen, sehingga dapat dikatakan bahwa rasio elektrifikasi yang dulu dicapai Lampung Barat telah melampaui target. 

"Sampai dengan saat ini hanya dua pekon yaitu Roworejo dan Sidorejo di Kecamatan Suoh yang belum teraliri listrik," kata Parosil saat Rapat Paripurna Penyampaian Jawaban Pemerintah atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Lampung Barat.

Terhadap Laporan Pertanggung Jawaban Atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Barat Tahun Anggaran 2021, Rabu (22/6/2022).

Lanjutnya, mengingat Pekon Roworejo dan Sidorejo berada di kawasan hutan lindung sehingga pembangunannya memerlukan izin dari Kementerian terkait.

Baca juga: Jabatan Kapolres Lampung Barat Berganti, AKBP Hadi Saepul Rahman Digantikan AKBP Sugeng Priyantho

Baca juga: Peduli Masyarakat Kurang Mampu, PLN Berikan Bantuan Biaya Penyambungan Listrik Gratis

Guna pemenuhan kebutuhan listrik khususnya di pekon Roworejo dan Sidorejo pemerintah Kabupaten Lampung Barat telah berkoordinasi dengan Unit Induk Distribusi (UID) Lampung, Unit Layanan Pelanggan (ULP) Liwa, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). 

"Saat ini secara prinsip Kementerian LHK telah mengizinkan pembangunan jaringan listrik sesuai dengan aturan yang berlaku. Maka dari itu pihak yang akan membangun PLN harus menyusun Analisis Dampak Lingkungan  (Amdal) " ujarnya.

Kemudian, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero telah mengajukan surat permohonan kebijakan pengecualian persetujuan lingkungan kepada Kementerian LHK yang dapat di berikan kebijakan persetujuan lingkungan Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantawan Lingkungan (UKL-UPL) pembangunan jaringan listrik di pekon Roworejo dan Sidorejo.

"Saat ini untuk pembangunan jaringan listrik Roworejo dan Sidorejo PLN menunggu jawaban dari Kementrian," ungkapnya.

Sementara untuk pembangunan dan pengembangan jaringan listrik di pekon dan pemangku yang belum teraliri listrik Pemerintah Kabupaten Lampung Barat telah mengusulkan kepada PT PLN persero melalui Surat Nomor: 500/288/07/2022 tanggal 14 April 2022 lalu. 

Perihal Permohonan Pembangunan jaringan Listrik PLN Hasil kordinasi Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dengan PT PLN persero unit distribusi Lampung yang di laksanakan pada tanggal 21 Februari 2022.

Bahwa PT PLN persero telah menyusun rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) tahu 2020-2029 yang memuat rencana pengembangan jaringan listrik di provinsi lampung khusus nya di Kabupaten Lampung Barat.

Terdapat rencana pembangunan infrastruktur kelistrikan di dua pekon yaitu pekon Roworejo dan Sidorejo yang terdapat di kecamatan Suoh serta pengembangan jaringan listrik di Kecamatan Pagar Dewa pemangku Sukamakmur, Bumi Agung, Hujung, Atar Kuwaw, Batu Api, Sidodadi.

(Tribunlampung.co.id /Saidal Arif)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved