Pringsewu

29 Bencana Terjadi di Pringsewu, Mayoritas Kebakaran karena Korsleting Listrik

Kasi Analis Kebencanaan BPBD Pringsewu Agus Poernomo menyebut bencana kebakaran di Pringsewu, lebih dominan disebabkan korsleting listrik.

tribun lampung/ahsani taqwin
Ilustrasi kebakaran. Sejumlah bencana kebakaran yang terjadi di Pringsewu Lampung mayoritas diakibatkan oleh korsleting listrik. 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Pringsewu menyatakan ada 29 kejadian bencana yang tercatat sejak Januari hingga Juni 2022.

Kasi Analis Kebencanaan BPBD Pringsewu Agus Poernomo, mewakili Kepala BPBD Pringsewu, Edy Sumber Pamungkas, ke-29 kejadian tersebut berupa bencana alam dan non alam.  

Lantas untuk bencana akibat faktor alam lebih banyak terjadi di Pringsewu karena angin kencang sebanyak 13 kejadian, sisanya banjir empat kejadian.

Lalu untuk bencana non alam terbanyak di Pringsewu adalah kebakaran dengan 12 kejadian. 

Untuk angin kencang, umumnya adalah dampak dari angin kencang tersebut seperti pohon yang tumbang lantas pohon menimpa rumah. 

Baca juga: Stok Hewan Kurban Jelang Idul Adha di Pringsewu Lampung 7.100 Ekor

Baca juga: Balita Nyaris Tertimpa Rumah Ambruk di Pringsewu Lampung, Alhamdulillah Selamat

"Angin kencang mengakibatkan pohon tumbang dan menimpa rumah warga tapi ada juga yang langsung rusak karena bangunan fisik rumahnya sudah tua dan tidak kuat menahan," ujar Agus. 

Dalam hal ini, keparahan akibat angin kencang memang dipengaruhi oleh kondisi pohon dan bangunan yang tertimpa. Namun untuk korban jiwa selama ini tidak ada.

Sementara untuk musibah kebakaran di Pringsewu, lebih dominan disebabkan korsleting listrik. Selanjutnya menimbulkan api dan makin merembet hingga timbulkan kebakaran. 

"75 persen kejadian kebakaran menimpa rumah warga karena korsleting listrik," kata Agus.

Ia mengaku, untuk menangani bencana kebakaran, pihak BPBD Pringsewu memiliki tiga mobil pemadam kebakaran (damkar) yang siap digunakan untuk memadamkan api. 

Kemudian untuk ke depan mencegah dampak buruk akibat bencana alam, BPBD Pringsewu minta masyarakat lebih waspada terhadap lingkungan sekitar dan kondisi rumahnya. 

Apabila terkait angin kencang, maka upayakan pohon-pohon yang tua dan sudah lapuk dan ada di sekeliling rumah usahakan ditebang. Pelihara saja pohon-pohon baru, atau tanami pohon gantikan yang tua.

Selanjutnya juga perlu ada pemotongan cabang secara rutin, agar beban pohon tidak berat. Sebab biasanya jika pohon banyak cabang akan membebani batang utama. Itulah yang biasanya membuat roboh.

Lantas untuk cegah kebakaran akibat Korsleting listrik, usahakan selalu perhatikan jaringan listrik di rumah. Gunakan kabel listrik yang tebal jangan kabel serabut.

Kemudian perhatian juga terminal listrik, usahakan pilih yang besar dan jangan terlalu banyak colokan. Sebab terminal listrik lama kelamaan akan panas, lantas meleleh dan terbakar. Dan cabutlah colokan itu jika tidak digunakan lagi.

Agus Poernomo, Kasi Analis Kebencanaan, BPBD Pringsewu mengaku, pihaknya selalu menangani bencana dan berikan bantuan kepada para korban bencana alam dan non alam.

"Apabila terjadi kebakaran ataupun ada rumah roboh pihak BPBD juga memberikan bantuan berupa bantuan logistik, material bangunan maupun family kit seperti pakaian, handuk dan lainnya," ujar Agus. 

Hal itu untuk mengurangi beban yang ditanggung oleh korban. Sehingga korban bisa kembali bangkit setelah mendapat musibah. Sebab mereka merasa ada pihak yang perhatian.

(Tribunlampung.co.id/tri yulianto)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved