Tanggamus

Kisah Pilu Pedagang Kemplang Tunanetra di Lampung, Jalan Kaki hingga Puluhan Km

Cerita pilu mengiringi perjalanan hidup seorang pedagang kemplang tunanetra yang setiap hari menjelajahi wilayah Tanggamus, Lampung.

Tribunlampung.co.id / Nanda Yustizar Ramdani
Ilustrasi pedagang kemplang tunanetra di Lampung, Agus Wahyudi. 

Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Cerita pilu mengiringi perjalanan hidup seorang pedagang kemplang tunanetra yang setiap hari menjelajahi wilayah Tanggamus, Lampung.

Nama sang pedagang kemplang tunanetra itu adalah Agus Wahyudi

Dalam kesehariannya, pedagang kemplang tunanetra tersebut berjalan kaki hingga puluhan kilometer sembari menggendong wadahnya.

Tertulis di wadah tersebut 'Perhatian! Untuk pengendara roda dua dan roda empat, harap hati-hati! Depan anda tunanetra menjual: kemplang; kerupuk Rp 6.000 per bungkus'.

Tulisan itu bukanlah sebagai upayanya untuk menarik simpati orang, melainkan sebagai peringatan bagi para pengendara untuk berhati-hati saat hendak melewati atau berpapasan dengannya.

Baca juga: Lapas Kota Agung Tanggamus Bekerja Sama dengan Nakes Puskesmas Cek Kesehatan Warga Binaan

Baca juga: Melawan Petugas saat Hendak Ditangkap, Pencuri Ponsel di Tanggamus Dihadiahi Timah Panas di Kakinya

Tatkala ditemui di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera Kecamatan Talang Padang, terlihat banyak warga yang menyerbu dagangannya.

Acapkali, beberapa warga terlihat membeli kemplang dan kerupuknya lebih dari satu bungkus.

Terdengar dari percakapan mereka yang menilai jika kerupuk dan kemplang dagangannya Agus terasa nikmat.

Warga Kecamatan Pagelaran, Pringsewu itu bercerita, wilayah Tanggamus menjadi lokasi yang sudah biasa ia jelajahi dalam menawarkan dagangannya.

Keceriaan di raut wajah Agus saat diwawancara, seolah mengisyaratkan hubungannya yang tak lekat dengan keluhan.

"Tadi berangkat jalan kaki jam 7, tapi beda-beda tempat. Tadi pagi di Kota Agung, terus ke Gisting, dan ini sampai Talang Padang," cerita Agus Wahyudi, Sabtu (25/6/2022) sore.

Kendati ia berjalan kaki dalam menjual kemplang dan kerupuk, bukan berarti Agus juga berjalan kaki dari rumahnya yang berlokasi di Kecamatan Pagelaran menuju Tanggamus.

Baca juga: Lepas 158 Calhaj, Bupati Tanggamus Minta Selalu Berkoordinasi dan Berkomunikasi dengan Paramedis

Baca juga: Harga Cabai Melonjak Tinggi, Pemilik Pecel Lele di Tanggamus Keluhkan Omzet yang Turun Drastis

Ia diantarkan oleh keponakannya menggunakan sepeda motor dari Kecamatan Pagelaran, Pringsewu menuju Kabupaten Tanggamus.

Setibanya di Kabupaten Tanggamus, Agus pun diturunkan di Kecamatan Kota Agung.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved