Berita Lampung
Akademi Unila: Air yang Tercemar Limbah TPA Bakung Tidak Boleh Dikonsumsi
Masyarakat Keteguhan diminta untuk tidak mengkonsumsi air yang sudah tercemar limbah TPA Bakung.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Reny Fitriani
Sebelumnya diberitakan, warga Keteguhan Telukbetung Timur Bandar Lampung hidup berdampingan dengan limbah sampah.
Sejak tahun 2000an, mereka sudah berteman akrab dengan sampah juga limbah.
Yang cukup mencolok, limbah berbahaya berwarna hitam pekat dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung juga menjadi penyumbang di Keteguhan.
Bahkan limbah hitam pekat itu tak jarang masuk ke rumah warga lantaran terbawa air yang meluap saat hujan lebat.
Hal tersebut biasa terjadi dan dirasakan oleh warga kelurahan Keteguhan Telukbetung Timur Bandar Lampung.
Sebab, pemukiman padat penduduk itu memang menjadi muara sampah dari berbagai arah yang berada di dataran tinggi.
Pantauan Tribunlampung.co.id, aliran limbah sampah TPA Bakung berwarna hitam pekat langsung menuju ke pesisir laut di Keteguhan.
Selain itu, ada juga aliran sungai atau drainase dari berbagai pemukiman yang mengarah ke pesisir laut di Keteguhan.
Penelusuran yang dilakukan, aliran limbah dari hulu TPA Bakung hingga ke hilir pesisir laut di Keteguhan sekira 3 km.
Aliran limbah hitam pekat dan berbau menyengat itu mengitari rumah-rumah warga.
Aliran yang berliku-liku itu bahkan hanya berjarak 1 meter saja dari rumah-rumah warga.
Selain limbah hitam pekat, aliran air juga didominasi limbah rumah tangga dan pabrik berbahan plastik.
Jika hujan deras mengguyur, aliran limbah tersebut tersumbat sampah.
Akibatnya, terjadi banjir bahkan air yang meluap masuk kerumah-rumah warga.
Selain warga langsung yang terkena dampak, laut di Keteguhan juga ikut tercemar.