Penikaman Gadis di Bandar Lampung
Polisi Periksa 3 Saksi Penikaman Gadis Penghuni Indekos di Bandar Lampung
Sebanyak 3 saksi telah dimintai keterangan oleh Polsek Tanjung Karang Barat terkait kasus penikaman gadis di Langkapura, Bandar Lampung.
Penulis: syamsiralam | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 3 saksi telah dimintai keterangan oleh Polsek Tanjung Karang Barat terkait kasus penikaman gadis di Langkapura, Bandar Lampung.
Ketiganya dimintai keterangan untuk mengusut kasus penikaman gadis.
Saksi penikaman gadis tersebut yakni ibu korban, teman korban dan ibu pemilik indekos korban.
"Tiga orang sudah kami minta keterangan sebagai saksi kasus tersebut," kata Kapolsek Kompol Mujiono.
Kapolsek menerangkan, korban berinisial TS (15) menyewa kamar kos di Langkapura itu sendirian.
Baca juga: Breaking News Penikaman Gadis 15 Tahun di Bandar Lampung, Polisi Usut Motifnya
Baca juga: Korbannya Trauma, Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Penikaman Gadis di Lampung
"Kasus ini terus kami selidiki, karena tidak ada circuit close televisi (CCTV) di indekos dan juga saksi mata," terangnya.
Korban Trauma
Pihak Polsek Tanjung Karang Barat masih belum mendapatkan titik terang terkait penikaman gadis penghuni indekos di Langkapura, Bandar Lampung.
Kapolsek Kompol Mujiono menerangkan, kesulitan mengungkap penikaman gadis tersebut lantaran korbannya masih di rawat di rumah sakit dan masih trauma.
Karena itu, pengusutan kasus penikaman gadis perlu waktu.
"Korban belum bisa dimintai keterangan, karena masih dalam perawatan medis di rumah sakit," kata Kompol Mujiono di Halaman Mapolresta Bandar Lampung.
Meski kondisi korban TS berangsur membaik kata Mujiono, namun TS masih mengalami trauma.
Baca juga: Foto Kabel Listrik Berserakan Selama Sepekan di Enggal Bandar Lampung
Baca juga: Rumah Bos Ayam Kebakaran di Bandar Lampung, Harta Ludes Tersisa Ijazah
"Karena itu kami belum bisa memintai korban keterangan, karena belum bisa diajak komunikasi," bebernya.
Kapolsek juga belum bisa memberikan penjelasan terhadap luka di mana saja di bagian tubuh korban karena aksi penikaman itu.
"Belum tahu kalau luka di bagian vitalnya yang terkena (tusukan) di mana saja, yang pasti korban terkena luka senjata tajam," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pria-akhiri-hidup-di-Tanjung-Senang-Bandar-Lampung.jpg)